peezycoineth.vip

Sebanyak 144.540 keluarga di Lumajang terima bantuan pangan beras - ANTARA News Jawa Timur

2026-09-19 16:00

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 144.540 keluarga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 dengan total sekitar 4.336,2 ton yang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat (KPM).

"Penyaluran tersebut dilakukan secara rapelan untuk tiga bulan sekaligus karena setiap KPM menerima total 30 kilogram beras, dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap bulan," kata Kepala Kantor Bulog Probolinggo, Kuswadi, Sabtu.

Kabupaten Lumajang menjadi salah satu area di bawah wilayah kerja Bulog Cabang Probolinggo, sehingga bantuan pangan juga menjadi kewenangan Bulog Probolinggo.

Ia mengatakan penyaluran tiga bulan sekaligus dilakukan sesuai ketentuan program bantuan pangan dengan sasaran penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 4.

"Data tersebut menjadi dasar penetapan sasaran, sementara Bulog menjalankan proses distribusi sesuai petunjuk program. Dari DTSEN, untuk desilnya mulai 1 sampai 4, sehingga bantuan itu sudah diproses dan pengiriman ke desa sudah mencapai 100 persen,” katanya.

Ia mengatakan penyaluran bantuan mencakup 105 desa di Kabupaten Lumajang. Dengan pengiriman ke desa sasaran yang telah mencapai 100 persen, beras tersebut selanjutnya dapat diterima oleh keluarga penerima sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku.

Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan beras menjadi dukungan langsung terhadap kebutuhan pangan rumah tangga. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan beras, keluarga memiliki ruang untuk mengatur pengeluaran lainnya sesuai kebutuhan masing-masing.

Kuswadi mengatakan bantuan pangan tersebut juga memiliki tujuan lain, yakni membantu perekonomian masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga beras, terutama membantu ekonomi masyarakat desil 1 sampai 4 dalam hal kebutuhan pokok dan untuk menekan inflasi harga beras.

Jumlah penerima pada penyaluran Juli–September 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan periode Februari–Maret 2026 karena pada periode sebelumnya tercatat 148.816 penerima, sedangkan pada penyaluran kali ini sebanyak 144.540 KPM.

Artinya, terdapat selisih 4.276 penerima atau sekitar 2,87 persen. Perubahan tersebut mengikuti data yang menjadi dasar penetapan sasaran bantuan, sehingga jumlah penerima dapat mengalami penyesuaian sesuai data terbaru.

Selain jumlah penerima, bentuk bantuan pada periode ini juga berbeda. Jika pada penyaluran Februari–Maret 2026 masyarakat menerima beras dan minyak goreng, pada periode Juli–September 2026 bantuan yang disalurkan berupa beras.

Penyaluran berbasis data sosial ekonomi menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pangan diarahkan kepada kelompok masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan, sehingga perubahan data penerima tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, melainkan mengikuti data yang digunakan sebagai dasar penetapan sasaran program.

Dengan distribusi beras yang telah mencapai 100 persen ke desa sasaran, bantuan pangan periode Juli–September 2026 diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.