Sebanyak 6.125 pelajar dibekali keterampilan wirausaha hadapi AI dan ekonomi digital
Sebanyak 6.125 pelajar dibekali keterampilan wirausaha hadapi AI dan ekonomi digital
Selasa, 22 September 2026 21:07 WIB
Perwakilan pelajar yang dibekali keterampilan wirausaha masa depan melalui penguatan Zurich Entrepreneur Program (ZEP). (ANTARA/HO-dok Zurich Indonesia)
Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 6.125 pelajar SMA dan SMK di sepuluh kota Indonesia pada tahun ajaran 2026–2027 dibekali keterampilan wirausaha masa depan melalui penguatan Zurich Entrepreneur Program (ZEP), dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.
Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia dalam keterangan yang diterima di Yogyakarta, Selasa, mengatakan, dunia usaha terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi, perilaku konsumen, dan dinamika ekonomi.
"Melalui ZEP kami ingin membekali generasi muda dengan pengalaman nyata untuk membaca peluang, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mengambil keputusan finansial yang tepat, sehingga mereka tumbuh lebih percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi masa depan," katanya.
Penguatan ini melanjutkan capaian tahun pertama fase kedua ZEP yang menjangkau lebih dari 10.000 siswa dan mendorong lahirnya 35 bisnis pelajar dengan omzet kolektif mencapai Rp339 juta.
Melalui pembelajaran berbasis pengalaman, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan ide, membangun, dan menjalankan usaha secara langsung di sekolah.
Pada 2026–2027, kewirausahaan program ini dilakukan melalui pengembangan Student Company yang memungkinkan siswa mempelajari seluruh proses membangun dan mengelola usaha, mulai dari identifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek, hingga mengelola operasional dan keuangan usaha.
Dengan tema kearifan lokal mendorong siswa menggali budaya, sumber daya, dan potensi ekonomi di sekitar mereka sebagai inspirasi bisnis yang memiliki identitas dan nilai tambah.
Perkembangan teknologi juga semakin diintegrasikan dalam pembelajaran kewirausahaan melalui pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan ide bisnis, riset pasar sederhana, penyusunan materi promosi, hingga eksplorasi peluang usaha baru.
Adriana Poglia, Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation mengatakan transformasi teknologi dan perkembangan lanskap ekonomi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda.
"Melalui ZEP, kami berupaya memberikan mereka akses yang setara terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat membantu mereka memanfaatkan peluang tersebut serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi diri mereka dan masyarakat," katanya.
Utami Anita Herawati Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia mengatakan pengalaman membangun usaha secara langsung membantu siswa mengubah kreativitas dan potensi di sekitar mereka menjadi peluang yang bernilai.
"Proses ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan masa depan dan pola pikir kewirausahaan yang dibutuhkan untuk mampu beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah berbagai perubahan," katanya.
Pada fase kedua program ZEP ditargetkan menjangkau 16.975 siswa hingga 2028, memperluas akses generasi muda terhadap pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026