Sebanyak 82 siswa ikut "Endurance Challenge 2026" di Kudus
Sebanyak 82 siswa ikut "Endurance Challenge 2026" di Kudus
Senin, 28 September 2026 05:16 WIB
Para peserta berlari pada ajang lomba "Endurance Challenge 2026" dilepas Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie di Markas Kodim 0722/Kudus dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 TNI, Minggu (27/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Sebanyak 82 siswa SLTP dan SLTA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengikuti lomba "Endurance Challenge 2026" yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 TNI, Minggu.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie di Kudus, Minggu, mengatakan peserta lomba tergabung dalam 41 tim yang masing-masing beranggotakan dua orang sehingga ada 82 siswa terlibat, terdiri atas tingkat SLTA 25 tim dan SLTP 16 tim.
"Serta ada tambahan dari para jurnalis," kata
Lomba yang berlangsung di Markas Kodim 0722/Kudus tersebut mengusung konsep triathlon dengan menggabungkan sejumlah aktivitas fisik dan tantangan yang membutuhkan ketahanan, konsentrasi, serta kesabaran peserta.
Untuk kategori SLTP dan SLTA, peserta harus menyelesaikan lari sejauh 3 kilometer, bersepeda 5 kilometer, lari sambil menarik ban sejauh 300 meter, serta menembak sasaran menggunakan pistol air "soft gun".
Dia menjelaskan konsep perlombaan tersebut dibuat dengan menggabungkan berbagai aktivitas untuk menguji kemampuan fisik sekaligus konsentrasi peserta.
"Ini memang sesuatu yang menantang. Ada lari, membawa beban, bersepeda, kemudian menembak. Jadi tidak hanya melatih fisik, tetapi juga konsentrasi dan kesabaran," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya kodim menyiapkan generasi muda agar memiliki kondisi fisik yang sehat dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Menurut dia, tugas kodim tidak hanya berkaitan dengan aspek militer dan peperangan, tetapi juga menyiapkan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi krisis yang bersifat non-militer.
"Kita ingin menyelenggarakan perlombaan dan pertandingan dalam bidang olahraga. Adik-adik kalau ada pertandingan pasti berlatih, fisiknya berlatih. Kalau fisiknya kuat, kemungkinan juga sehat," katanya.
Selain itu, olahraga dan berbagai aktivitas fisik juga dinilai dapat membentuk karakter generasi muda, seperti disiplin, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Yuusufa menyampaikan bahwa olahraga menembak yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menjadi prajurit TNI maupun anggota kepolisian.
Aktivitas tersebut juga memiliki manfaat dalam melatih konsentrasi, kesabaran, dan pengendalian emosi.
Ia berharap "Endurance Challenge 2026" dapat mendorong pelajar dan masyarakat Kabupaten Kudus semakin gemar berolahraga serta memiliki tubuh dan mental yang sehat.
Pada kesempatan tersebut, Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kudus juga melakukan sosialisasi sejumlah cabang olahraga yang ada di daerah setempat serta senjata yang digunakan mulai dari air soft gun, air gun, senapan berburu, dan senapan angin.
Ketua Perbakin Kudus Budi Tjahyono mengungkapkan Perbakin juga menggelar latihan rutin di Lapangan Barracuda Pura Group di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
"Silakan pelajar yang berminat mengikuti latihan bisa bergabung untuk berlatih setiap hari Minggu," ujarnya.
Pembinaan atlet menembak di Kudus, kata dia, nantinya dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.