peezycoineth.vip

Sektor Ekraf Punya Potensi Besar Naikkan Pendapatan Masyarakat

2026-09-10 16:27

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan naik kelas.

Potensi ekonomi kreatif semakin besar karena bersentuhan langsung dengan penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, hingga penguatan potensi ekonomi daerah.

Pengembangan ekonomi kreatif perlu diturunkan hingga daerah, kabupaten/kota, bahkan desa. Dengan begitu, potensi kreativitas dan sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Baca Juga: RI Dorong Industri Kreatif Jadi Content Powerhouse Dunia

"Ekonomi kreatif ini bisa menjadi pendorong implementasi pemberdayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat, terutama kelas menengah dan kelompok rentan, tidak turun kelas, tetapi justru punya jalan untuk naik kelas melalui kegiatan ekonomi yang produktif," ujar Muhaimin saat rapat bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Potensi tersebut tercermin dari kontribusi sektor ekonomi kreatif yang mencapai 7,38 persen terhadap PDB pada 2025. Sektor ini juga menyumbang sekitar 12 persen ekspor nonmigas dan hampir 9,5 persen dari total realisasi investasi nasional.

Sementara dari sisi tenaga kerja, ekonomi kreatif banyak menyerap generasi Z dan milenial serta memiliki keterlibatan perempuan yang tinggi.

"Ini menunjukkan bahwa ekraf bukan lagi sektor pelengkap. Ini bisa menjadi engine of growth, karena mampu menciptakan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah," katanya.

Untuk memperkuat dampak tersebut, Muhaimin mendorong pengembangan tiga program utama, yakni aktivasi desa dan kelurahan kreatif, aktivasi ruang kreatif atau creative hub, serta Creative by Indonesia.

Ketiganya diarahkan untuk menghubungkan potensi masyarakat dengan pendampingan, pasar, pembiayaan, dan pengembangan produk. Aktivasi desa dan kelurahan kreatif tidak diarahkan untuk membangun desa kreatif baru, melainkan memperkuat potensi yang sudah tumbuh di daerah.

Baca Juga: Feel Good Network Gandeng Lengua, Perkuat Kapabilitas Kreatif Berbasis Media Sosial

Pendampingan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, mulai dari peningkatan kualitas produk, perlindungan kekayaan intelektual, pemasaran digital hingga pengembangan usaha agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, aktivasi creative hub diarahkan untuk menghidupkan ruang-ruang kreatif yang telah tersedia, baik milik pemerintah daerah, kampus maupun komunitas. Ruang tersebut dapat menjadi tempat masyarakat dan pelaku usaha mengembangkan keterampilan, berkolaborasi, menghasilkan produk, serta meningkatkan penghasilan.

Adapun Creative by Indonesia diarahkan untuk membawa produk dan merek lokal naik kelas, dari pasar daerah menuju pasar nasional hingga global. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat produk kreatif masyarakat memiliki nilai tambah yang lebih besar sekaligus membuka peluang pasar baru.