Selama Pembangunan Ulang JPO Tendean, Pemprov DKI Siapkan Pelican Crossing
Bagikan:
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan membangun pelican crossing di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, sebagai fasilitas penyeberangan sementara setelah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di lokasi tersebut rusak akibat ditabrak truk.
Fasilitas itu ditargetkan dapat digunakan dalam satu hingga dua pekan, sambil menunggu pembangunan ulang JPO yang masih terkendala pendanaan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin memastikan JPO Tendean tetap akan dibangun kembali. Namun, karena proses pembangunan jembatan membutuhkan waktu, Dishub memilih menyiapkan pelican crossing agar pejalan kaki tetap memiliki akses penyeberangan yang aman.
"Karena melihat kondisi jalan yang ada di sana, di mana volume lalu lintas itu sebesar 2.579 kendaraan per jam dan jumlah pedestrian penyeberangnya sebesar 874 orang per jam. Oleh karenanya, untuk sambil menunggu pembangunan tersebut, maka kita akan buat pelican crossing-nya," kata Budi di Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli.
Menurut Budi, kajian pembangunan pelican crossing telah rampung. Saat ini Dishub tinggal menunggu Dinas Bina Marga menyelesaikan pembongkaran taman, trotoar tengah, dan pagar pembatas jalan agar pekerjaan dapat segera dimulai.
"Nah, kita sudah buat kajiannya dan sudah selesai. Jadi kita menunggu dari Bina Marga nanti membuka taman dan juga membuka trotoarnya yang di tengah itu untuk kita buatkan pelican crossing. Kalau itu sudah dibuka oleh mereka, saat itu juga kita akan melakukan pembuatannya," ucap Budi.
Pelican crossing nantinya akan dilengkapi lampu lalu lintas. Budi mengakui keberadaannya berpotensi memperlambat arus kendaraan, namun langkah tersebut dinilai menjadi solusi sementara untuk menjamin keselamatan pejalan kaki selama JPO belum tersedia.
"Iya, tentu pasti akan ada perlambatan, karena ada orang yang mau nyebrang. Pelican crossing itu juga harus dibuatkan lampu merahnya. Ini salah satu kondisi darurat saja. Karena yang terpenting adalah pembuatan jembatannya itu," tutur dia.
Dishub juga akan menempatkan petugas di lokasi pada masa awal operasional agar pengguna jalan beradaptasi dengan pola lalu lintas yang baru.
"Di awal mungkin nanti ada beberapa petugas standby untuk menjamin keamanan mereka. Sebelumnya kan itu jembatan, takutnya para pengendara belum begitu familiar dengan kondisi pelican crossing dan juga nanti kan ada lampu merahnya juga," ungkap Budi.
Setelah JPO baru selesai dibangun, pelican crossing akan dibongkar agar tidak terdapat dua fasilitas penyeberangan di titik yang sama.
"Ya dihilangkan dong pasti. Jangan sampai ada dualisme seperti itu. Karena kita menginginkan masyarakat bisa pakai jembatan sehingga arus lalu lintasnya lebih cepat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pembangunan kembali JPO Tendean masih menunggu kepastian sumber pembiayaan. Pemprov DKI memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membangun ulang jembatan tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
"Yang jelas JPO-nya mau dibangun lagi. Akan dicarikan pembiayaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tidak lama sudah ada kabar untuk pembangunan JPO," ucap Heru.
Menurut Heru, salah satu skema pendanaan yang sedang dijajaki berasal dari dana koefisien lantai bangunan (KLB), karena anggaran pembangunan JPO belum tersedia dalam pos yang ada.
Pemprov DKI juga memastikan akan menuntut penggantian kerugian atas kerusakan JPO tersebut. Namun, prosesnya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab kecelakaan yang mengakibatkan jembatan rusak.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+