peezycoineth.vip

Seminggu Kritis, Sopir Truk Bali yang Dibakar Bosnya Meninggal Dunia

2026-09-25 03:51

Jakarta, CNN Indonesia --

I Gede Selamet (21), sopir truk Bali yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya meninggal dunia usai seminggu menjalani perawatan di rumah sakit.

Sopir asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem itu mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar, pada Jumat (25/9/2026).

"Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia," kata Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas seperti dikutip detikBali, Jumat (25/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tunas menyatakan pihak keluarga masih melakukan musyawarah terkait pemulangan jenazah dari rumah sakit ke kampung halaman. Pasalnya, saat ini tengah berlangsung rangkaian upacara keagamaan di Desa Muncan.

"Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya," ujar Tunas.

Kepergian Selamet meninggalkan duka mendalam, terlebih pihak keluarga sebelumnya harus berjuang keras menutupi biaya pengobatan korban yang terus membengkak. Karena berstatus sebagai korban tindak kriminal, biaya perawatan Selamet tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Hingga Kamis (24/9) atau sehari sebelum korban wafat, tagihan medis di RSUP Prof Ngoerah telah menembus angka Rp88 juta. Untuk meringankan beban tersebut, keluarga mengandalkan donasi dari relawan dan masyarakat umum yang sejauh ini baru terkumpul sekitar Rp 35 juta.

Kondisi ini turut mengundang simpati dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Wapres Gibran dilaporkan telah memberikan bantuan donasi sebesar Rp25 juta yang ditransfer langsung ke rekening RSUP Prof Ngoerah untuk membantu membiayai perawatan korban.

Aksi pembakaran sopir truk ini terjadi pada Jumat (18/9) pekan lalu. Pelaku yang merupakan bos korban, I Putu Cahyadi Putra (37), nekat membakar Selamet hidup-hidup di dalam kamarnya akibat cekcok persoalan uang setoran.

Saat kejadian, Selamet sempat berlari keluar dengan tubuh dilalap api sembari berteriak meminta pertolongan.

Akibat tindakan sadis itu, Selamet mengalami luka bakar hingga 68 persen di sekujur tubuhnya dan harus berjuang melewati masa kritis selama sepekan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Tak lama usai kejadian, aparat kepolisian langsung bergerak cepat meringkus Putu Cahyadi. Pelaku kini telah diamankan di Polsek Selat dan resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Selengkapnya di sini.

(gil)