peezycoineth.vip

Serapan tenaga kerja di IMIP capai 97.427 orang

2026-07-18 10:39

Serapan tenaga kerja di IMIP capai 97.427 orang

Sabtu, 18 Juli 2026 17:39 WIB

Image Print

Sejumlah pekerja di Kawasan IMIP Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) di Bahodopi, Sabtu (18/7/2026). ANTARA/HO-PT IMIP

Morowali (ANTARA) - Pertumbuhan tenaga kerja kerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat hingga mencapai 97.427 orang, terdiri atas 89.335 karyawan laki-laki dan 8.092 perempuan.

"Jadi berdasarkan data Departemen HR PT IMIP per Juli 2026 mencatat, jumlah tenaga kerja aktif di IMIP mencapai 97.427 orang, Angka ini meningkat tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya yang masih berada pada kisaran 35.592 orang pada tahun 2020," kata Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar di Bahodopi, Sabtu.

Ia menuturkan terjadinya peningkatan signifikan dapat mempengaruhi transformasi ketenagakerjaan serta ekonomi di daerah tersebut.

"Pertumbuhan industri di Morowali khususnya di IMIP mengalami perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026 serapan tenaga kerja naik 13,53 persen," sebutnya.

Ia mengemukakan pertumbuhan tenaga kerja tersebut berjalan seiring dengan ekspansi investasi, peningkatan kapasitas produksi, dan masuknya proyek-proyek industri baru.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah angkatan kerja formal di Sulteng meningkat konsisten dalam tiga tahun terakhir, dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023 menjadi 500,1 ribu tahun 2024 kemudian meningkat kembali menjadi 525,8 ribu orang pada Agustus 2025.

"Tentunya tren ini memperlihatkan kontribusi sektor formal kian besar terhadap struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah," ucapnya.

Emilia menyebutkan kontribusi tenaga kerja IMIP terhadap total penduduk bekerja dengan status buruh di Sulteng berkisar 1,23 persen pada 2023, lalu meningkat jadi 1,74 persen (2024) dan 1,3 persen (2025).

Kawasan IMIP, kata dia, sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan lapangan kerja formal di Sulawesi Tengah.

"Keberadaan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam pergeseran pola ketenagakerjaan di Sulteng, yang dahulu lebih banyak ditopang sektor pertanian dan perikanan," kata Emilia.

Sementara itu pada sektor industri pengolahan di Kawasan IMIP mengalami perkembangan sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah yakni 15,09 persen pada triwulan I 2026.

"Pada periode sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun, sementara PDRB per kapita Kabupaten Morowali menembus Rp1,3 miliar pada 2024," ujarnya.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan IMIP turut memekarkan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkar kawasan industri tersebut

Penelitian dari tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP menunjukkan jumlah UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit usaha pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025.

"Jumlah unit usaha memang menurun menjadi 7.190 unit pada April 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap justru meningkat menjadi 17.080 orang, jadi dinamika ini mencerminkan keberadaan industri pengolahan bukan hanya membuka peluang kerja dalam kawasan IMIP tetapi unit usaha yang bertahan justru tumbuh dan banyak menyerap SDM untuk bekerja," tuturnya.

PT IMIP juga merespons pembangunan industri dan pengembangan SDM sebagai dua hal yang saling berkaitan.

"Ke depan penguatan kualitas SDM menjadi fokus utama perusahaan guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi," ungkap Emilia.

Diketahui saat ini PT IMIP sedang menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas seperti Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin bidang metalurgi, serta Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin Universitas Tadulako.

Kerja sama itu mencakup pemberian beasiswa, kesempatan magang, hingga pelaksanaan program Praktisi Mengajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para profesional industri secara langsung.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2026