Sering Membiarkan Baterai HP Sampai 0 Persen? Ini Dampaknya Jika Menjadi Kebiasaan
Jumat, 25 September 2026 - 23:04 WIB
VIVA – Banyak pengguna HP masih terbiasa memakai perangkat sampai baterainya benar-benar habis dan menunjukkan angka 0 persen. Kebiasaan tersebut mungkin terasa praktis, terutama ketika sedang bepergian atau lupa membawa charger. Namun, jika terlalu sering dilakukan, pola pengisian seperti ini dapat memengaruhi umur baterai dalam jangka panjang.
Baca Juga
Sebagian besar HP modern menggunakan baterai lithium-ion. Teknologi ini memang dirancang untuk dapat diisi ulang berkali-kali, tetapi kapasitasnya akan menurun seiring penggunaan dan jumlah siklus pengisian. Apple menjelaskan bahwa kapasitas baterai lithium-ion berkurang secara bertahap setelah sejumlah siklus pengisian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Baterai Tidak Benar-Benar Kosong Saat Menunjukkan 0 Persen
Baca Juga
Hal pertama yang perlu dipahami, angka 0 persen pada layar tidak selalu berarti baterai benar-benar kehilangan seluruh energinya.
Menurut Battery University, perangkat seperti HP biasanya memiliki sistem perlindungan yang membuat perangkat mati sebelum sel lithium-ion mencapai kondisi yang benar-benar kosong. Cadangan tersebut membantu mengurangi risiko kerusakan akibat pelepasan daya terlalu dalam.
Baca Juga
Meski demikian, membiarkan baterai berada dalam kondisi sangat rendah secara berulang tetap bukan kebiasaan ideal.
2. Siklus Pengisian Baterai Tetap Bertambah
Menggunakan HP dari kondisi penuh hingga benar-benar habis memang berkaitan dengan satu siklus penggunaan baterai. Namun, satu siklus tidak selalu berarti HP harus diisi dari 0 sampai 100 persen dalam sekali pengisian.
Apple menjelaskan bahwa satu siklus dihitung ketika total penggunaan baterai mencapai 100 persen, meskipun pemakaiannya terjadi dalam beberapa kali pengisian. Misalnya, menggunakan 75 persen kapasitas pada satu hari dan 25 persen pada hari berikutnya akan dihitung sebagai satu siklus.
Artinya, pengguna tidak perlu sengaja menghabiskan baterai hingga 0 persen agar sistem mengetahui kapasitas baterai.
3. Kebiasaan Sampai 0 Persen Bisa Membuat Baterai Lebih Terbebani
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelepasan daya yang sangat dalam memberikan tekanan lebih besar pada baterai lithium-ion dibandingkan penggunaan dalam rentang yang lebih moderat. Battery University mencatat bahwa deep discharge hingga kosong kemudian diikuti pengisian penuh dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada baterai jenis ini.
Karena itu, jika HP sudah mendekati kondisi kritis, sebaiknya segera mencari sumber listrik atau mengaktifkan mode hemat baterai.
Halaman Selanjutnya
4. Google Tidak Menyarankan Pengguna Mengosongkan Baterai