peezycoineth.vip

Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional, Mensesneg: Bukti Indonesia Mampu!

2026-07-22 03:15

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi industri otomotif nasional menuju ekosistem kendaraan berbasis energi baru dan terbarukan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa kemarin.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks rencana pembangunan pabrik motor listrik nasional. Menurut Prasetyo, kehadiran fasilitas produksi tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor buatan dalam negeri.

"Sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya," ujar Prasetyo dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).

Prasetyo menambahkan, pengembangan industri kendaraan listrik nasional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan Indonesia memproduksi mobil maupun motor listrik. Lebih dari itu, langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung proses transisi energi.

"Tidak sekadar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional, ini kan bagian juga dari cara kita mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM berbasis fosil. Saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri dan tidak sekadar memberi dampak (impact) di dunia otomotif, tetapi juga membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar fosil kita. Jadi, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap BBM," ungkapnya.

Oleh karena itu, Mensesneg mengajak seluruh pihak untuk ikut mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan industri kendaraan listrik nasional. Ia juga meminta berbagai kekurangan yang masih ada dapat diperbaiki secara bersama-sama demi membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin kuat di Indonesia.

"Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan, mari itu bersama-sama kita perbaiki," pungkasnya.