Sumbawa siapkan revitalisasi Istana Dalam Loka jelang JKPI 2028
Sumbawa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan revitalisasi Istana Dalam Loka sebagai bagian dari penguatan pelestarian cagar budaya daerah menjelang pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028.
Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot bersama jajaran pemerintah daerah membahas rencana tersebut dalam koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi di Jakarta, Kamis (1/10).
Dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Jumat, disebutkan bahwa revitalisasi Istana Dalam Loka menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: Istana Dalam Loka, bukti sejarah Kesultanan Sumbawa
Istana Dalam Loka merupakan bangunan bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Sumbawa dan perkembangan kebudayaan masyarakat Tana Samawa.
Bangunan tersebut memiliki nilai arsitektur sekaligus menyimpan sejarah Kesultanan Sumbawa dan kehidupan masyarakat Tana Samawa.
Karena itu, pemerintah daerah ingin revitalisasi dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter, nilai sejarah, dan keaslian bangunan sebagai bagian dari identitas budaya Sumbawa.
Baca juga: Pemkab NTB ingatkan wisatawan untuk patuhi jarak hiu paus
Revitalisasi tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik, tetapi juga harus mengacu pada ketentuan pelestarian cagar budaya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong keterlibatan pemerintah pusat dalam menyiapkan tahapan revitalisasi agar penanganan Istana Dalam Loka berjalan sesuai prinsip pelestarian.
Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai prinsip pelestarian serta menentukan langkah yang diperlukan sebelum revitalisasi dilaksanakan.
Baca juga: Pemkab Sumbawa siapkan 20 hektare lahan untuk sekolah Garuda
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait selanjutnya menyiapkan rencana penanganan sebagai dasar pelaksanaan revitalisasi Istana Dalam Loka.
Pemkab Sumbawa melihat momentum JKPI 2028 sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Tana Samawa kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam konteks tersebut, Istana Dalam Loka diharapkan menjadi salah satu bagian penting dari narasi sejarah dan kebudayaan Sumbawa, sekaligus dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi dan kebudayaan dengan tetap memperhatikan ketentuan pelestarian cagar budaya.
Persiapan revitalisasi tersebut menjadi bagian dari langkah Sumbawa menuju JKPI 2028 sekaligus upaya menjaga warisan sejarah dan budaya Tana Samawa agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Baca juga: Pemkab Sumbawa Barat dukung edukasi warga pesisir lestarikan penyu
Baca juga: Pemkab Sumbawa Barat programkan surfing masuk sekolah
Pewarta: Ady Ardiansah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.