peezycoineth.vip

Sumenep mulai salurkan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan - ANTARA News Jawa Timur

2026-08-06 15:55

Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mulai menyalurkan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.

"Ada tiga desa yang mengajukan bantuan distribusi air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, dan mulai hari ini penyaluran bantuan ke tiga desa tersebut kami mulai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumenep Ach Laili Maulidy di Sumenep, Kamis.

Ia menjelaskan, tiga desa yang mengalami kekurangan air bersih itu masing-masing Desa Prancak dan Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, dan Desa Kombang, Kecamatan Talango.

Di antara tiga desa tersebut kondisi paling parah terjadi di Desa Prancak dan Desa Montorna. Di dua desa itu sumber mata air sudah kering sehingga warga sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih.

"Tim kami beberapa hari lalu datang langsung ke lokasi, meninjau keadaan di sana dan memang sangat memprihatinkan," katanya.

Sementara di Desa Kombang, sumber mata air masih tersedia, namun debitnya sangat terbatas sehingga juga membutuhkan suplai air bersih dari BPBD.

"Hari ini kami mengirim empat truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter ke tiga desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih itu," katanya.

Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo telah mengeluarkan Keputusan Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026 tentang Siaga Darurat Kekeringan.

Dalam surat keputusan itu ditetapkan, sebanyak 76 desa di 19 kecamatan dalam status siaga darurat kekeringan. Tingkat kerawanan wilayah-wilayah tersebut bervariasi dari kering kritis hingga kering langka terbatas.

Selain oleh BPBD Sumenep, penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan juga dilakukan Polres Sumenep.

Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.