peezycoineth.vip

Sumsel optimalkan hilirisasi SDA dorong perekonomian daerah

2026-07-24 13:13

Sumsel optimalkan hilirisasi SDA dorong perekonomian daerah

Jumat, 24 Juli 2026 20:13 WIB

Image Print

Aktivitas ekspor komoditas unggulan Sumsel melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya mengoptimalkan hilirisasi potensi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan perekonomian di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

"Sebagai daerah lumbung pangan dan energi, provinsi ini berpeluang untuk hilirisasi berbagai hasil SDA," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan hilirisasi merupakan salah satu strategi ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah suatu komoditas potensi unggulan daerah dengan cara mengolah bahan baku mentah menjadi produk setengah jadi atau barang jadi sebelum dipasarkan.

Kebijakan hilirisasi itu bertujuan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan mendorong industrialisasi domestik

Untuk mengoptimalkan program hilirisasi yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi itu diharapkan dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat.

"Mengoptimalkan program hilirisasi tidak mungkin bisa dilakukan oleh jajaran pemprov saja, tetapi membutuhkan dukungan dari pemkab dan pemkot serta semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, dengan hilirisasi potensi SDA daerah ini, seperti kelapa sawit, batu bara, kopi, dan karet, bisa meningkatkan nilai tambah.

Potensi unggulan tersebut sudah mulai dilakukan hilirisasi, namun belum optimal, sehingga perlu dilakukan inovasi pengembangan produk.

Sebagai gambaran, melalui kegiatan hilirisasi pada 2025, dilakukan ekspor kopi dari sejumlah daerah Sumsel melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang mencapai 140 ton dengan nilai Rp8,86 miliar.

"Dengan mengoptimalkan hilirisasi, potensi SDA yang ada di daerah ini bisa dijual, terutama ke luar negeri dalam bentuk barang jadi yang lebih variatif, sehingga memiliki nilai tambah yang lebih besar," kata Cik Ujang.

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026