Supian HK tekankan komitmen jaga toleransi - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru Kalsel (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK menekankan agar masing-masing pihak berkomitmen menjaga toleransi.
Supian HK menekankan itu saat menghadiri Pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Persekutuan Gereja-Gereja PentaKosta Indonesia (PGPI) Kalsel di Summer Day Hotel Jl. Ahmad Yani km21,6 Kota Banjarbaru, Kamis.
Selain mengucapkan selamat dan terima kasih, Supian HK juga mengapresiasi atas pelaksanaan Rakerprov PGPI Kalsel.
“Kami sungguh mengapresiasi peran sinergi pemerintah dan gereja. Di mana lembaga gereja seperti teman-teman di PGPI yang terlibat aktif dalam merawat keberagaman serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat,” ujar Supian HK.
Ia menegaskan, komitmen DPRD Kalsel untuk menjaga toleransi di Banua.
Menurutnya, jati diri bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, multietnis, multiras, multiagama, dan multibudaya yang ditakdirkan hidup rukun sebagai Urang Banjar.
“Kami meyakini bahwa mayoritas tidak boleh merasa lebih berkuasa dari minoritas. Karena itu, DPRD Kalsel akan memastikan teman-teman non muslim yang minoritas di provinsi inj tetap terjaga, terpenuhi, dan dihormati hak-haknya termasuk hak beribadah,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa penghormatan terhadap hak teman-teman bentuk persatuan, dan persatuan mesti terbangun dengan rasa keadilan.
Di akhir sambutan, Supian HK mengajak seluruh peserta bermunajat memohon pertolongan Tuhan agar Banua Kalsel segera pulih dan bangkit dari bencana kebakaran hutan dan kabut asap.
Pada pembukaan Rakerprov PGPI Kalsel turut hadir Gubernur setempat diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Adi Santoso, Kakanwil Kemenag Kalsel HM. Thambrin.
Selain itu, perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel dan Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) provinsi setempat.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.