Survei Ifo Institute: Tarif AS terus membebani industri Jerman
Berlin (ANTARA) - Hasil survei yang dirilis Ifo Institute yang berbasis di Munich pada Rabu (22/7) menyebutkan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terus membebani sektor industri Jerman. Banyak produsen menunda investasi dan membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan di AS.
Survei yang dilakukan terhadap sekitar 1.800 perusahaan manufaktur pada Juni itu menemukan bahwa 62 persen perusahaan menyatakan tarif AS berdampak negatif terhadap bisnis mereka. Di sektor teknik mesin dan industri otomotif, lebih dari 70 persen perusahaan menyatakan adanya dampak negatif tersebut.
"Bahkan pada tahun kedua masa kepresidenan Donald Trump, kebijakan tarif AS masih menjadi beban yang signifikan bagi industri Jerman," kata ifo Institute.
Perusahaan-perusahaan juga bersiap menghadapi tarif yang tetap tinggi dalam jangka panjang, dengan 63 persen responden memperkirakan tingkat tarif akan tetap tinggi hingga berakhirnya masa jabatan Presiden Trump.
Ketidakpastian tersebut juga memengaruhi keputusan investasi. Hampir 40 persen perusahaan menyatakan telah membatalkan, menunda, atau memindahkan proyek investasi mereka sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan AS.
Dampaknya juga dirasakan pada investasi di Jerman, dengan 16 persen perusahaan yang telah memiliki rencana investasi menyatakan membatalkan proyek di dalam negeri akibat kebijakan tersebut, hampir dua kali lipat dibandingkan proporsi yang dilaporkan setahun sebelumnya.
Untuk mengatasi tarif yang lebih tinggi, perusahaan semakin banyak membebankan biaya tambahan tersebut kepada pelanggan. Di antara eksportir yang terdampak, 34 persen menyatakan telah membebankan seluruh biaya tarif kepada pelanggan di AS, sementara 28 persen lainnya membebankan lebih dari separuh biaya tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.