Tak Hanya Bikin Melek, Minum Kopi Dikaitkan dengan Lemak Tubuh Lebih Rendah
Jakarta -
Tak hanya bikin tubuh lebih berenergi, minum kopi dikaitkan dengan lemak tubuh lebih rendah dan massa otot lebih tinggi. Ini hasil studi terbarunya.
Kopi selama ini identik sebagai minuman yang diandalkan untuk menambah energi dan membantu tubuh lebih segar. Namun, penelitian terbaru menemukan adanya kaitan antara kebiasaan minum kopi dengan komposisi tubuh.
Dilansir dari Inc (23/08/2026), penelitian dari University of Oulu, Finlandia, mengamati 2.264 orang yang berusia 46 tahun. Seluruh partisipan merupakan bagian dari Northern Finland Birth Cohort 1966, proyek penelitian kesehatan jangka panjang yang mengikuti sudah partisipan sejak lahir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian yang diterbitkan di European Journal of Nutrition tersebut, para peneliti membandingkan jumlah konsumsi kopi dengan lemak tubuh, massa otot, serta kadar hormon para partisipan.
Kopi Hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Hasilnya, mereka yang minum kopi lebih banyak diketahui memiliki total lemak tubuh dan lemak perut lebih rendah. Pada saat bersamaan, massa otot mereka cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi kopi lebih sedikit.
Perbedaan tersebut terlihat meskipun indeks massa tubuh atau BMI kedua kelompok partisipan relatif serupa. Peneliti juga menemukan sejumlah perbedaan pada kadar hormon yang berkaitan dengan konsumsi kopi.
"Hal yang menonjol dari temuan kami adalah pola hormonal berbeda yang tidak menghilang, bahkan setelah kami memperhitungkan BMI dan faktor gaya hidup," ujar Luca Verroest, penulis utama penelitian sekaligus peneliti doktoral University of Oulu, kepada ScienceDaily.
Verroest menambahkan bahwa beberapa kaitan tersebut juga menunjukkan perbedaan antara partisipan pria dan wanita.
Partisipan yang mengonsumsi lebih banyak kopi turut memiliki kadar lebih rendah, di beberapa asam amino yang dikaitkan dengan resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2.
Lemak tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong
Khusus pada partisipan pria, konsumsi kopi lebih tinggi dikaitkan dengan regulasi gula darah yang lebih baik dan kadar testosteron lebih tinggi.
Sementara pada partisipan wanita, perbedaan hormonal yang ditemukan cenderung lebih kecil, tetapi tetap terlihat dalam penelitian.
JoAnn Manson, profesor kedokteran dari Harvard Medical School sekaligus kepala divisi pengobatan preventif di Brigham and Women's Hospital, menilai hasil tersebut sejalan dengan semakin banyaknya penelitian mengenai efek kopi terhadap kesehatan.
Meski demikian, hasil penelitian ini menunjukkan hubungan atau asosiasi antara konsumsi kopi dan sejumlah indikator kesehatan. Hasil ini tidak membuktikan bahwa minum kopi secara langsung menyebabkan berkurangnya lemak atau bertambahnya massa otot.
(sob/adr)