peezycoineth.vip

Telkom optimistis bisnis enterprise berpotensi tumbuh hingga 30 persen

2026-08-15 03:45

Telkom optimistis bisnis enterprise berpotensi tumbuh hingga 30 persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 10:45 WIB

Image Print

Agenda diskusi Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine dengan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro, beberapa waktu lalu (ANTARA/Telkom Indonesia)

Batam (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) optimistis bisnis segmen enterprise memiliki ruang pertumbuhan hingga mencapai kontribusi 20–30 persen atau lebih terhadap total pendapatan perusahaan, seiring penguatan transformasi digital dan sinergi dengan Danantara Indonesia.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine mengatakan peluang tersebut didukung kebutuhan transformasi digital yang semakin meningkat di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN, hingga dunia usaha.

“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi,” ujar Veranita dalam keterangan yang diterima di Batam, Sabtu.

Veranita menyampaikan hal tersebut dalam diskusi strategis bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro terkait arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise.

Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11 persen atau senilai Rp19 triliun.

Menurut Veranita, kontribusi tersebut masih berpeluang ditingkatkan. Pasalnya, pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, segmen enterprise mampu memberikan kontribusi sekitar 20–30 persen atau lebih terhadap total pendapatan.

“Kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” katanya.

Untuk menangkap peluang tersebut, Telkom Enterprise melakukan restrukturisasi organisasi, penguatan tata kelola, serta penyederhanaan proses bisnis agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan di segmen business to business (B2B).

Penataan tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 sekaligus sinergi Telkom bersama Danantara dalam memperkuat kapabilitas digital nasional.

Veranita mengatakan berbagai kebutuhan teknologi seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga keamanan siber membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat, aman, dan berkapasitas tinggi.

Karena itu, Telkom terus mengintegrasikan kapabilitas tersebut untuk menghadirkan solusi digital secara menyeluruh bagi pelanggan.

“Berbagai solusi digital membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Selain penguatan portofolio, Telkom juga menyederhanakan proses bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital. Langkah tersebut dimulai dari proses internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan pelanggan, sekaligus membuka peluang bisnis baru yang lebih adaptif.

Ke depan, Telkom akan memperkuat integrasi konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber sebagai fondasi pengembangan solusi digital end-to-end.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan bisnis enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru Telkom sekaligus mendukung percepatan transformasi digital dan penguatan kedaulatan digital Indonesia.

Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.