TEP Unair dampingi lima kampung di Distrik Prafi kembangkan pangan lokal - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Lima kampung di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengembangkan beragam produk pangan olahan berbasis potensi lokal melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair).
Ketua Tim 3 TEP Unair Dr Muthmainnah di Manokwari, Senin, mengatakan pendampingan program SMART Kader Posyandu diarahkan agar produk olahan memiliki mutu konsisten, aman, beridentitas, dan dapat dipasarkan.
“Supaya produk olahan pangan lokal di Distrik Prafi bisa memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan tersebut mencakup pemetaan potensi, uji coba dan standarisasi resep, keamanan pangan, penghitungan biaya produksi serta harga jual, pengemasan, hingga distribusi pemasaran.
Kelompok kader 1 Kampung Prafi Mulya mengembangkan sale pisang, lemet singkong, keripik pisang, dan keripik singkong. Kelompok 2 Kampung Disey menghasilkan risol mayo ubi ungu dan keripik pisang tanduk cokelat.
Kelompok 3 Kampung Aisami mengolah mochi sukun, mochi ubi ungi, es kream dari daun kelor, es kream ubi ungu, dan puding kelor. Kelompok 4 Kampung Udapi Hilir mengembangkan tape singkong, keripik bayam, stik labu kuning, sempol tuna, dan es bunga telang.
“Sementara kelompok 5 Kampung Kali Amin menghasilkan keripik singkong, keripik keladi, dan lemet singkong,” ujar dia.
Menurut dia, seluruh bahan baku produk berasal dari komoditas yang tersedia di kebun, pekarangan, dan lingkungan masyarakat, seperti pisang, singkong, keladi, ubi ungu, sukun, kelor, bayam, labu kuning, bunga telang, serta ikan tuna.
Pengolahan bahan pangan lokal tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah, memperpanjang masa simpan, memperluas pilihan pangan, sekaligus membuka peluang usaha bagi rumah tangga di kampung.
“Usaha SMART Kader Posyandu juga telah memiliki sejumlah legalitas, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP badan, PIRT, dan perlindungan kekayaan intelektual untuk menunjang pemasaran produk,” katanya.
Selain itu, kata dia, kader juga diarahkan agar dapat mengelola produksi, legalitas, pencatatan keuangan, maupun pemasaran secara mandiri sehingga manfaat ekonomi usaha dapat dirasakan setiap keluarga dan masyarakat.
Pengembangan juga diarahkan untuk diversifikasi pangan, penerapan praktik produksi yang aman, peningkatan keterampilan kader perempuan, serta pembentukan usaha produktif yang dapat menciptakan sumber pendapatan keluarga.
“Para kader berharap ada pendampingan lanjutan mencakup standardisasi produk, perbaikan kemasan dan label, promosi digital, serta perluasan akses pasar melalui toko, pusat oleh-oleh, dan pembeli tetap,” katanya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.