Terungkap! Kopilot Flydubai Diduga Rencanakan Serangan ala 9/11, Sasar Bandara Israel
Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:30 WIB
Dubai, VIVA – Fakta baru terungkap terkait insiden kopilot Flydubai yang menyerang pilot saat penerbangan dari Dubai menuju Israel. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Senin, kopilot tersebut diduga telah merencanakan serangan seperti tragedi 11 September 2001 atau 9/11 dengan menabrakkan pesawat ke bandara utama Israel di Tel Aviv.
Baca Juga
Dalam pemeriksaan, kopilot yang diidentifikasi sebagai Hamman al-Hammami disebut mengaku ingin menghindari sistem pertahanan Israel dan menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion atau gedung lainnya. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat yang mengetahui proses penyelidikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah sumber dari tiga lembaga yang mendapat pengarahan mengenai penyelidikan serta seorang diplomat di Timur Tengah mengidentifikasi al-Hammami sebagai warga negara Oman. Namun, pihak berwenang belum secara resmi mengungkap identitasnya. Saat ini, al-Hammami tengah diperiksa oleh penyidik di Uni Emirat Arab (UEA) setelah dipindahkan dari Arab Saudi.
Baca Juga
Sebagai informasi, pesawat yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv tersebut dialihkan ke sebuah bandara di Arab Saudi dan mendarat dengan selamat setelah insiden dramatis di udara yang terjadi pekan lalu. Otoritas UEA pada Sabtu mengatakan kopilot tersebut menyerang pilot lainnya, Kapten Smit Machchhar, menggunakan kapak pemecah kaca dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Pesawat yang membawa 174 penumpang, sebagian besar warga Israel, kemudian langsung turun drastis hingga 14.000 kaki hanya dalam waktu 29 detik. Data dari layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan penurunan drastis tersebut sempat memicu kepanikan di dalam pesawat.
Baca Juga
Sementara itu berdasarkan keterangan dari pilot yang diserang, Machchhar mengatakan bahwa sebelum insiden terjadi rekannya itu mengatakan kepadanya hendak solat. Saat itu, Machchhar, tidak dianggap aneh tindakan rekannya karena umat Muslim yang taat menjalankan solat lima kali sehari. Namun, beberapa menit kemudian, ia merasakan pukulan keras di kepalanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Karena pukulan pertama yang dia lakukan, penglihatan saya hampir tidak berfungsi dan semuanya terlihat sangat buram,. Hal berikutnya yang saya rasakan adalah pesawat turun dengan sangat tajam."
Machchhar mengatakan, pada awalnya ia mengira pesawat mengalami kerusakan parah. Namun, setelah pukulan terus berlanjut, ia menyadari bahwa masalah tersebut bukan berasal dari pesawat.
Halaman Selanjutnya
"Saya menyadari bahwa bukan pesawatnya yang bermasalah, melainkan orang lain yang berada di kokpit bersama saya," katanya.