Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Saburai perkuat advokasi ekologi berkelanjutan bagi JATAM Lampung
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Saburai perkuat advokasi ekologi berkelanjutan bagi JATAM Lampung
Kamis, 6 Agustus 2026 20:32 WIB
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung Fajar Sasora (kiri) memberikan paparan dalam kegiatan pelatihan jurnalistik lingkungan bagi JATAM Lampung di Kabupaten Pesawaran. ANTARA/HO-Universitas Saburai Lampung.
Bandarlampung (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik lingkungan partisipatif untuk penguatan advokasi ekologi berkelanjutan bagi Jama'ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lampung di Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 25–26 Juli 2026, dan kegiatan itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"Program yang mengusung judul pemberdayaan Jama'ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Lampung melalui pelatihan jurnalistik lingkungan partisipatif untuk penguatan advokasi ekologi berkelanjutan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas anggota JATAM dalam mengelola informasi, mendokumentasikan isu-isu lingkungan, serta memperkuat advokasi ekologi melalui media digital," ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung Fajar Sasora di Pesawaran, Kamis.
Ia mengatakan bahwa salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah pengembangan dan pengelolaan portal berita JATAM Media yang dapat diakses melalui https://www.jatammedia.com/. Media tersebut dibentuk sebagai sarana publikasi berbagai kegiatan, inovasi, dan isu lingkungan yang berkembang di kalangan petani dan masyarakat.
"Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan dasar jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita dan feature, fotografi dan videografi pertanian, pemanfaatan media sosial, hingga etika dan verifikasi informasi. Kami berharap kemampuan tersebut mampu mendukung publikasi berbagai potensi dan inovasi pertanian di daerah serta memperkuat advokasi ekologi berkelanjutan," ucap dia.
Selain menghasilkan media publikasi digital, pihaknya juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung kepada JATAM Lampung untuk menunjang aktivitas peliputan, dokumentasi, dan produksi konten jurnalistik.
"Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti empat materi utama, yaitu literasi lingkungan dan kesadaran ekologi, komunikasi partisipatif dan advokasi sosial, dasar-dasar jurnalistik lingkungan, serta teknik dokumentasi isu lingkungan berbasis pengalaman lokal. Materi disampaikan melalui pemaparan teori, diskusi, dan praktik penulisan serta dokumentasi lapangan," tambahnya.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Ketua JATAM Lampung, Arif Setyawan. Ia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut, karena melalui pelatihan jurnalistik lingkungan menjadi bagian dari program pengembangan sumber daya manusia (SDM) JATAM Lampung.
"Kegiatan ini merupakan salah satu program JATAM pada bidang pengembangan SDM. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas organisasi sekaligus memperkuat kapasitas anggota di daerah dalam mengelola informasi dan menyampaikan berbagai isu lingkungan kepada masyarakat secara lebih luas," kata Arif.
Melalui dukungan Program BIMA Kemdiktisaintek, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran JATAM Lampung dalam membangun komunikasi lingkungan berbasis partisipasi masyarakat serta mendorong pemanfaatan media digital sebagai instrumen advokasi ekologi yang berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai yang terdiri atas Dr. Fajar Sasora, S.IP., M.Si. sebagai ketua, dengan anggota Ratna Kumala Sari, S.H., M.H. dan Neysa Amalli. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Geo Citra dan Ernanda, sebagai bagian dari implementasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.