Tim SAR Natuna berhasil temukan pria lanjut usia yang hilang di kebun
Tim SAR Natuna berhasil temukan pria lanjut usia yang hilang di kebun
Rabu, 22 Juli 2026 13:26 WIB
Proses evakuasi korban hilang pada Selasa (21/7/2026) di Desa Tapau. ANTARA/HO-Kantor SAR Natuna
Natuna (ANTARA) - Tim SAR Gabungan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau berhasil menemukan seorang pria berusia 80 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di kebun.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/SAR) Natuna Abdul Rahman di Natuna, Rabu, mengatakan korban ditemukan dalam keadaan selamat sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah.
Korban dilaporkan hilang pada Selasa (21/7) sekitar pukul 20.00 WIB, setelah tidak kunjung pulang dari kebun. Berdasarkan informasi yang diterima, korban sehari-hari bekerja sebagai penggembala sapi.
"Setelah menerima informasi dari keluarga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penyisiran di sekitar titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban hilang. Alhamdulillah, sekitar pukul 21.10 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemah dan mengalami dehidrasi ringan akibat kehausan. Kepada petugas, korban mengaku kehilangan arah saat hendak pulang. Kondisi yang semakin gelap serta tidak membawa alat penerangan membuatnya tidak dapat menemukan jalan keluar dari area kebun.
Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Abdul Rahman menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, aparat pemerintah, kepolisian, serta masyarakat yang terlibat dalam proses pencarian. Menurut dia, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu membawa alat penerangan dan perangkat komunikasi saat beraktivitas di kebun, hutan, maupun lokasi terpencil, sehingga dapat digunakan untuk meminta bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu membawa alat penerangan, alat komunikasi dan bekal yang cukup saat beraktivitas di luar permukiman. Perlengkapan sederhana tersebut dapat sangat membantu apabila terjadi kondisi darurat," ujar Abdul Rahman.
Baca juga: Gubernur Kepri: APBD 2027 diproyeksik Rp3,510 triliun
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.