peezycoineth.vip

TK Islam Arrasuli hadir wujudkan anak usia dini Qurani berbasis kultural digital

2026-07-12 04:45

Bukittinggi (ANTARA) - Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli yang merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sumatera Barat (Sumbar) menghadirkan pertama kalinya jenjang pendidikan dasar usia dini, TK Islam Arrasuli.

"Visi TK Islam Arrasuli adalah terwujudnya anak usia dini yang Qurani berbasis Kultural dan Digital yang diwujudkan melalui penguatan pendidikan akidah, akhlak, dan pembiasaan ibadah sebagai program prioritas yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dasar," kata Badan Pengurus Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli, Khairul Anwar, Minggu.

Yayasan Arrasuli yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduangpada tahun 1928 ini berfokus pada dakwah, pendidikan, dan pengembangan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Sebelumnya Yayasan Arrasuli telah memiliki lembaga pendidikan setingkat Madrasah (SMP) dan Aliyah (SMA) Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang.

Khairul Anwar mengapresiasi seluruh tim yang selama proses pendirian mendapatkan pendampingan teknis dari Kepala MTI Canduang, Candra, yang dipercaya langsung oleh yayasan untuk menyusun perencanaan program, melakukan sosialisasi, serta memperkenalkan TK Islam Arrasuli kepada masyarakat.

"Upaya tersebut membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat masyarakat sehingga pada angkatan pertama, TK Islam Arrasuli berhasil menerima 29 peserta didik yang berasal dari Nagari Canduang, Lasi, Baso, Biaro, dan daerah sekitarnya," kata Khairul Anwar.

Ia mengungkap antusiasme masyarakat tinggi saat TK Islam Arrasuli menggelar Parenting Perdana tahun ajaran 2026-2027 bersama orang tua wali murid yang berlangsung di ruang belajar TK Islam Arrasuli, Jalan Syekh Sulaiman Arrasuli, Canduang, Kabupaten Agam.

"Ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara sekolah dan orang tua demi mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas," katanya.

Kepala MTI Canduang, Candra, menegaskan keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dalam menerapkan berbagai pembiasaan yang diajarkan di sekolah.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk menyelaraskan pola pendidikan di rumah dengan program-program yang dijalankan oleh TK Islam Arrasuli, sehingga pembentukan karakter, akhlak mulia, serta pembiasaan ibadah anak dapat berkembang secara optimal.

"Ada delapan program unggulan TK Islam Arrasuli, Pengenalan Akidah, Program Tahfiz Al-Qur'an, Pembiasaan Ibadah Harian, Program Sekolah Kultural Islami, Literasi Digital Anak Qurani, Program Calistung, Program Sekolah Ramah Anak dan Program Parenting Qurani," kata Candra.

Melalui kegiatan parenting perdana, TK Islam Arrasuli berharap terjalin kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, yayasan, dan masyarakat dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berbudaya, cerdas, serta mampu menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Wali Nagari (Kepala Desa) Canduang Koto Laweh, Muhammad Januar, mengatakan kehadiran lembaga pendidikan ini semakin memperkuat identitas Canduang sebagai Nagari Pendidikan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.

"Sebagai bentuk kepercayaan terhadap mutu pendidikan, kami berharap Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli dapat melanjutkan pengembangan lembaga pendidikan dengan mendirikan SD Islam Arrasuli, sehingga para lulusan TK Islam Arrasuli nantinya dapat melanjutkan pendidikan dalam satu kesinambungan yang berlandaskan nilai-nilai Islam," katanya.

Di sesi akhir, Kepala TK Islam Arrasuli, Efnita Roza, menambahkan pentingnya komitmen bersama antara TK Islam Arrasuli dengan orang tua murid untuk membantu tercapainya visi dan misi TK Islam Arrasuli.

"Kami tentu saja selalu berharap masukan dan kritikan yang membangun untuk kemajuan TK Islam Arrasuli. Parenting menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara sekolah dan orang tua demi mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas," kata Efnita Roza.