peezycoineth.vip

TNI Sebut Pelaku Pembunuhan Prada Arif Budi di Tangsel Ada 9 Orang

2026-07-22 06:31

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:31 WIB

Jakarta, VIVA – Kodam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa Prada Arif Budi Sampurna yang tewas tergeletak diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga

"Prada ABS memang benar anggota Kodam XVII/Cen yang sedang melaksanakan tugas untuk membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cen di Jakarta," kata Kapendam XVII /Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tri menjelaskan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya selaku aparat kepolisian yang menangani kasus tewasnya Prada Arif yang diduga dikeroyok sembilan orang.

Baca Juga

Di mana aksi pengeroyokan ini berawal dari kesalahpahaman di sebuah rumah makan berujung Prada Arif yang dikeroyok oleh para pelaku hingga ditikam senjata tajam (sajam).

"Kemudian menyebabkan aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap Prada ABS yang menyebabkan luka meninggal dengan luka tusukan," ucapnya. 

Baca Juga

"Dari hasil pendalaman penyidikan, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban Prada ABS sejumlah 9 orang, sedangkan 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut," tambahnya.

Kebrutalan pelaku dalam kasus pembunuhan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) Prada Arif Budi Sampurna mulai terungkap.

Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan korban mengalami 10 luka tusukan yang tersebar di bagian depan hingga belakang tubuhnya.

Temuan itu menjadi salah satu bukti penting yang kini didalami penyidik untuk mengungkap secara utuh kronologi pembunuhan yang terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Polisi Wira Graha Setiawan mengatakan luka yang diderita korban menunjukkan adanya serangan berulang menggunakan senjata tajam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Luka korban ada di depan lima tusukan dan di belakang lima tusukan," kata Wira kepada wartawan, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan fakta bahwa telepon genggam milik korban sempat raib setelah kejadian. Meski demikian, barang tersebut akhirnya berhasil ditemukan di lokasi lain dan kini telah diamankan sebagai barang bukti.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, jenazah Arif sendiri telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.