peezycoineth.vip

Top 3: Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional

2026-07-30 23:30

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kepada mobil merek nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong pengembangan mobil nasional.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) dikutip dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci skema insentif yang akan diterapkan. Agus juga belum menjelaskan apakah insentif tetap dapat diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi dan melakukan produksi di Indonesia.

Definisi mobil merek nasional juga belum diperinci. Belum diketahui apakah kategori tersebut hanya merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau dapat mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah belum memastikan apakah insentif nantinya hanya menyasar mobil merek nasional atau tetap dapat dinikmati merek asing yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia. Waktu pengumuman skema insentif juga belum disampaikan.

Artikel Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional menyita perhatian di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (31/7/2026):

Deretan Mobil Listrik Baru Resmi Meluncur di IIMS 2026

Perbesar

Hal ini seiring meningkatnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik menjadi salah satu segmen yang paling mencuri perhatian sepanjang perhelatan IIMS 2026. Tampak dalam foto, para pekerja mempersiapkan booth Wuling, saat Indonesia International Motor Show di Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kepada mobil merek nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong pengembangan mobil nasional.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) dikutip dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci skema insentif yang akan diterapkan. Agus juga belum menjelaskan apakah insentif tetap dapat diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi dan melakukan produksi di Indonesia.

Definisi mobil merek nasional juga belum diperinci. Belum diketahui apakah kategori tersebut hanya merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau dapat mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah belum memastikan apakah insentif nantinya hanya menyasar mobil merek nasional atau tetap dapat dinikmati merek asing yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia. Waktu pengumuman skema insentif juga belum disampaikan.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Power Bank Penumpang Percikan Api, Batik Air Investigasi Penyebabnya

Batik Air mendukung perhelatan F1 Powerboat di Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Batik Air menyediakan 15.912 kursi atau 102 frekuensi terbang pergi pulang. (Dok Lion Air Group)

Perbesar

Batik Air mendukung perhelatan F1 Powerboat di Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Batik Air menyediakan 15.912 kursi atau 102 frekuensi terbang pergi pulang. (Dok Lion Air Group)

Batik Air memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat setelah sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap disertai percikan api pada penerbangan ID-6143 rute Makassar–Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Insiden tersebut terjadi saat pesawat sedang mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan kondisi darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan menggunakan peralatan yang tersedia di pesawat, sehingga situasi dapat segera dikendalikan dengan cepat.

Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank telah diatur secara ketat demi menjaga keselamatan penerbangan.

"Power bank sama sekali tidak diperkenankan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan berlangsung," ujar Danang saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Berita selengkapnya baca di sini

3. Penataan 13 Ribu Titik MBG Dipercepat, Papua Pegunungan dan NTT Prioritas

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam Rakortas Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Rabu (29/7/2026). (Liputan6.com/Vira)

Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam Rakortas Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Rabu (29/7/2026). (Liputan6.com/Vira)

Daerah dengan angka stunting tinggi menjadi fokus utama dalam percepatan penataan dan penyelesaian keberlanjutan lebih dari 13.000 titik satuan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa wilayah prioritas seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapat penanganan intensif yang ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.

"Kita bagi dua. Daerah tertinggal yang angka stunting-nya tinggi itu prioritas utama, misalnya Papua Pegunungan dan NTT. Nah, ini akan kita selesaikan dalam sebulan ini," ujar Zulhas usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Kemenko Pangan, dikutip Kamis (30/7/2026).

Langkah penanganan cepat di wilayah rawan stunting ini dilakukan secara paralel dengan pembenahan di wilayah lain. Sementara daerah prioritas dituntaskan dalam sebulan, titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa, Sumatra, dan area 3T lainnya membutuhkan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6