Top 3 Tekno: Trik Nakal Akali Registrasi Biometrik Kartu SIM Jadi Sorotan
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membongkar trik nakal sejumlah oknum penjual untuk mengaktifkan kartu SIM menggunakan pemindaian wajah milik mereka sendiri.
Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (20/7/2026) kemarin.
Informasi lain yang juga populer yaitu soal penjelasan Google Maps yang tak bisa digunakan di China.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikutnya ini.
1. Komdigi Bongkar Trik Nakal Penjual Akali Registrasi Biometrik Kartu SIM
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan proses registrasi kartu SIM menggunakan metode verifikasi biometrik wajib menggunakan data identitas asli pemiliknya, bukan orang lain. Langkah tegas ini diambil menyusul ditemukannya praktik kecurangan yang dilakukan oleh oknum penjual di lapangan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengungkapkan sejumlah oknum penjual kedapatan mengaktifkan kartu SIM menggunakan pemindaian wajah (face recognition) milik mereka sendiri sebelum kartu tersebut dijual ke konsumen.
"Masih ada yang coba-coba seperti itu. Kartu diaktivasi dengan wajah penjual, lalu dibawa oleh pelanggan. Setelah digunakan, kartu tersebut di-unregister (dibatalkan registrasinya), sehingga pelanggan yang dirugikan," ungkap Edwin, dikutip dari Antara, Senin (20/7/2026).
Temuan tersebut didapatkan saat Edwin meninjau langsung implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Yogyakarta. Ia menekankan bahwa praktik manipulasi data ini melanggar aturan karena membuat nomor seluler tidak tercatat atas nama pemilik yang sebenarnya.
"Ini praktik di lapangan yang harus diperhatikan. Kita sekarang berada di era kejujuran, apa yang kita pakai harus atas nama kita sendiri," tegas Edwin.
Baca selengkapnya di sini