peezycoineth.vip

Topan Bavi Melemah, Ancaman Banjir Bergeser ke China Utara

2026-07-14 21:31

Bagikan:

JAKARTA – Topan Bavi terus melemah setelah bergerak jauh ke daratan China. Namun, ancaman terbesarnya kini bukan lagi angin kencang, melainkan hujan sangat lebat yang dapat berlangsung berhari-hari dan memicu banjir di wilayah utara.

China Daily yang dikutip Selasa, 14 Juli, menyebut Bavi bergerak perlahan ke arah utara-timur laut melintasi Provinsi Anhui pada Senin pagi. Pita hujannya masih luas, menjangkau wilayah dari Fujian dan Zhejiang hingga Shandong, Liaoning, serta Jilin.

Kepala Prakirawan Pusat Meteorologi Nasional China Chen Tao mengatakan topan itu bergerak ke timur laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam. Bavi diperkirakan melintasi Jiangsu dan Shandong sebelum memasuki bagian utara Laut Kuning sekitar tengah hari pada Selasa.

Meski terus melemah, dampak Bavi tetap tidak boleh diremehkan, terutama di Liaoning dan Jilin, kata Chen.

Wilayah utara Liaoning dan bagian tengah Jilin diperkirakan menerima curah hujan 300 hingga 450 milimeter. Di sejumlah lokasi, hujan harian bahkan dapat melampaui rekor sebelumnya.

Badai yang bergerak ke utara membawa ancaman berbeda dibandingkan topan yang menerjang China selatan. Anginnya bisa melemah setelah memasuki daratan, tetapi hujan luas dan berkepanjangan tetap bertahan.

BACA JUGA:


Kondisi itu dapat memicu banjir jauh dari lokasi topan pertama kali mendarat.

Bavi terus menarik uap air tropis dalam jumlah besar ke arah utara. Jika topan dan sistem cuaca di sekitarnya bergerak lambat, aliran udara lembap dapat bertahan dan membuat hujan turun selama beberapa hari.

Menurut Chen, keadaan tersebut meningkatkan risiko banjir secara tajam.

Peneliti Akademi Ilmu Meteorologi China Zhao Dajun mengatakan jalur topan banyak dipengaruhi tekanan tinggi subtropis Pasifik barat. Sistem tekanan tinggi berskala besar itu membantu mengarahkan pergerakan siklon tropis.

Ketika sistem tersebut meluas ke barat, topan cenderung bergerak menuju China selatan. Jika melemah atau bergeser ke timur, badai memiliki ruang lebih besar untuk berbelok ke utara menuju Laut Kuning dan China timur laut.

Bavi juga terdorong ke wilayah yang lebih utara oleh angin lapisan atas yang lebih kuat.

Suhu permukaan laut di Laut China Timur dan Laut Kuning yang masih relatif hangat ikut membantu badai bertahan lebih lama.

Meski pusat badai tidak melintas tepat di atas wilayah tersebut, China timur laut tetap dapat mengalami hujan sangat lebat.

Peneliti madya Gao Xiaoyu mengatakan wilayah pegunungan dapat membuat hujan semakin deras. Udara lembap yang terdorong naik mengikuti lereng akan mendingin dan mengembun, lalu menghasilkan curah hujan lebih tinggi.

Bentang pegunungan di Liaoning dan Jilin berpotensi memperkuat hujan di sejumlah lokasi.

Bavi juga mengancam wilayah pesisir. Saat melintasi Laut Kuning dan Laut Bohai, angin kencang dapat mendorong air laut ke arah pantai, menaikkan permukaan laut, dan memperbesar risiko gelombang pasang akibat badai di Shandong serta Liaoning.

Risikonya bertambah jika topan datang bersamaan dengan air laut pasang.

China diperkirakan masih menghadapi dua hingga tiga topan pada musim banjir akhir Juli hingga awal Agustus. Sebanyak lima hingga enam topan diprediksi terbentuk di Pasifik barat laut dan Laut China Selatan.

Dua hingga tiga di antaranya diperkirakan mendarat atau memengaruhi China. Satu topan yang sangat kuat juga berpotensi membawa angin kencang dan hujan lebat ke wilayah utara.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+