peezycoineth.vip

TOSSIDEAS 2026 Hadirkan 13 Pembicara, Angkat Kisah Bersahabat dengan Paradox dalam Kehidupan |Republika Online

2026-10-03 09:00

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TOSSIDEAS 2026, sebuah forum berbagi ide dan kisah kehidupan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Kepemimpinan Diri Indonesia atau yang dikenal sebagai Komunitas Provokasi Indonesia, telah sukses digelar pada Sabtu (26/9/2026), di ACS Jakarta.

Memasuki penyelenggaraannya sebagai event dua tahunan, TOSSIDEAS 2026 mengangkat tema “Embracing the Paradox”, yang mengajak peserta melihat berbagai kontradiksi dalam kehidupan bukan semata sebagai pilihan antara satu hal atau hal lainnya, melainkan sebagai realitas yang dapat dihadapi, dipahami, dan dijalani secara bersamaan.

Tahun ini, TOSSIDEAS menghadirkan 13 pembicara dari beragam latar belakang dan pengalaman. Selama masing-masing 12 menit, para pembicara menyampaikan ide orisinal yang lahir dari kisah hidup mereka dalam menghadapi dan “bersahabat dengan paradoks" di dalam berbagai peran yang mereka jalani.

Menariknya, seluruh sesi dibawakan dalam bahasa Inggris, memberikan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus menjadi ruang bagi para pembicara untuk menyampaikan gagasan mereka kepada audiens dengan perspektif yang lebih global.

Project Director TOSSIDEAS 2026, Poernama Prijatna, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mendapatkan respons positif dari peserta.

“Dari sekitar 300 peserta yang hadir, banyak yang menyampaikan kepuasan dan mengatakan bahwa mereka mendapatkan inspirasi dari ketiga belas pembicara. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan keinginan untuk menjadi pembicara pada TOSSIDEAS berikutnya. Bagi kami, ini menjadi salah satu indikator bahwa ide yang dibagikan di panggung dapat mendorong orang lain untuk ikut berbagi,” ujar Poernama.

Menurut Poernama, TOSSIDEAS sejak awal tidak dirancang sekadar sebagai forum presentasi atau seminar. Setiap pembicara didorong untuk membawa original ideas yang berangkat dari pengalaman nyata, kemudian mengemasnya menjadi sebuah cerita yang dapat dikoneksikan dengan kehidupan audiens.

Selain sesi para pembicara, TOSSIDEAS 2026 juga menghadirkan unsur hiburan melalui penampilan Rotella Singing Corner dan Provokasi Dancer. Kehadiran kedua kelompok tersebut memberikan suasana yang lebih rileks dan interaktif, sekaligus menjadi jeda bagi peserta sebelum kembali menyimak berbagai gagasan dari para pembicara.

“Menikmati sebuah ide tidak selalu perlu dilakukan dalam suasana yang serius. Kami ingin peserta bisa menikmati prosesnya, mendapatkan inspirasi, sekaligus merasa terhibur. Karena itu, musik dan performance juga menjadi bagian dari pengalaman TOSSIDEAS,” kata Poernama.

TOSSIDEAS 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik sponsor maupun komunitas. Di antaranya Women Power Institute, Malana by Mellisa Anggraini, Zerina Banu, serta sejumlah sponsor dan partner lainnya. Dukungan juga datang dari para donatur yang berasal dari komunitas Provokasi Indonesia.

Poernama menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan TOSSIDEAS 2026.

“Kami bersyukur karena TOSSIDEAS dapat terselenggara dengan dukungan banyak pihak. Ini bukan hanya kerja satu atau dua orang, namun merupakan collective effort dari komunitas, sponsor, donatur, mentors, speakers, performers, dan seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.

Komunitas Provokasi Indonesia sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan para pembelajar dari berbagai disiplin ilmu, latar belakang profesi, wilayah geografis, serta lintas generasi. Keberagaman tersebut menjadi salah satu fondasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas.

Melalui TOSSIDEAS, Komunitas Provokasi Indonesia berupaya menciptakan ruang pertemuan bagi berbagai perspektif dan pengalaman untuk saling berinteraksi. Bukan sekadar menyampaikan ide, forum ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda melalui cerita, pengalaman, dan gagasan yang relevan dengan kehidupan.

Dengan berakhirnya TOSSIDEAS 2026, rangkaian perjalanan tahun ini sekaligus membuka kemungkinan bagi lahirnya lebih banyak ide dan pembicara baru pada penyelenggaraan berikutnya.