peezycoineth.vip

Toyota Alphard Keciduk Isi BBM Pertalite, Kok Bisa?

2026-07-22 03:43

Jakarta -

Toyota Alphard keciduk lagi isi BBM Pertalite. Kok bisa?

Ada pemandangan menarik yang lagi jadi sorotan di media sosial. Toyota Alphard terekam kamera tengah mengisi BBM jenis Pertalite. Sebagaimana dilihat detikOto dalam video yang diunggah akun Instagram @ajaysyawali, terlihat Alphard generasi terbaru berpelat B-11-ALF itu tengah mengisi Pertalite di salah satu SPBU Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alphard ngisinya Pertalite, canggih dunia," demikian suara yang terdengar dalam video tersebut.

Situasi tersebut tentu memunculkan pertanyaan di benak banyak orang. Sebab, Alphard tergolong sebagai mobil mewah. Terlebih ditelusuri dalam laman Bapenda Jabar, pelat nomor yang tercantum pada Alphard tersebut menunjukkan bahwa mobil keluaran baru, yakni 2025. Pajaknya per tahun saja tembus Rp 21 juta. Dengan harga miliaran dan pajak tahunan puluhan juta, kok BBM yang digunakan justru bersubsidi?

Sejatinya, untuk membeli BBM Pertalite dibutuhkan QR code yang diperoleh usai mendaftar di laman myPertamina. QR code itulah yang harus ditunjukkan saat bertransaksi beli Pertalite. Ketika melakukan pendaftaran, kendaraan akan diverifikasi berdasarkan foto yang diunggah.

Untuk diketahui, ada empat jenis kendaraan transportasi darat yang boleh menggunakan BBM subsidi, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Khusus untuk Pertalite, saat ini belum ada pembatasan pembelian berdasarkan cc kendaraan. Jadi, semua kendaraan pribadi yang mendaftar dan lolos verifikasi, masih bisa menggunakan BBM tersebut.

PT Pertamina Patra Niaga tak menampik bahwa masih ada penyalahgunaan QR code untuk pembelian BBM subsidi tersebut. Terkait hal itu, Pertamina telah memblokir sekaligus menghapus ratusan ribu QR Code yang ditemukan adanya fraud.

"Dari total data yang ada, kami sejak 2023 telah melakukan blokir hampir 307 ribu kendaraan dan ini terus berlanjut," terang Director of Regional Marketing at PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII baru-baru ini.

Dalam paparannya, total ada 307.107 QR Code yang diblokir. Rinciannya, 232.374 QR code Biosolar dan 74.733 sisanya QR code dari Pertalite.

Adapun bila mengacu pada buku panduan manual, Toyota Alphard generasi terbaru lansiran tahun 2023 itu minimal menggunakan BBM dengan RON 91 atau lebih tinggi.

"Anda hanya boleh menggunakan bahan bakar bensin tanpa timbal. Pilih bahan bakar tanpa timbal dengan Research Octane Number 91 atau lebih tinggi untuk performa mesin optimal," demikian dijelaskan dalam buku panduan manual Toyota Alphard.

(dry/rgr)