Tradisi Bubur Baayak disambut antusias warga Sampit
Tradisi Bubur Baayak disambut antusias warga Sampit
Rabu, 12 Agustus 2026 23:24 WIB
Warga berebut minta bubur baayak yang dibagikan di Jalan Ir H Juanda Sampit, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Norjani
Sampit (ANTARA) - Tradisi membuat dan membagikan Bubur Baayak tetap disambut antusias warga, khususnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Hikmah yang diambil dari tradisi ini sebenarnya adalah saling berbagi dan mempererat silaturahmi," kata Yunus, salah seorang warga yang ikut dalam pembuatan bubur baayak di Sampit, Rabu.
Bubur baayak adalah bubur dengan rasa manis dan lezat. Nama baayak diambil dari proses pembuatannya yaitu mengayak adonan tepung menggunakan saringan secara langsung di atas kawah atau wajan besar tempat memasak bubur tersebut.
Bagi sebagian masyarakat, tradisi membuat dan membagikan bubur baayak dilaksanakan pada Arba Mustamir atau hari Rabu terakhir bulan Safar dalam penanggalan Hijriah. Tradisi ini sering dirangkai atau menjadi bagian dari tradisi Mandi Safar.
Biasanya saat Arba Mustamir, banyak warga yang menjalankan tradisi Mandi Safar, yaitu mandi bercebur ke sungai sebagai simbol membersihkan diri dari hal negatif atau tidak baik. Setelah mandi, warga bersama-sama menyantap Bubur baayak seraya bersilaturahmi.
Dalam tradisi Bubur Baayak ini masyarakat dapat mempererat silaturahim dengan keluarga maupun tetangga. Saat itu mereka bersilahturahmi dengan saling mengantar panganan yang diolah sendiri atau secara berkelompok, kemudian dibagikan kepada tetangga atau keluarga setelah didoakan. Doa yang dipanjatkan doa tolak bala agar dihindarkan dari marabahaya di bulan Safar.
Makna dari tradisi berbagi tentunya memupuk rasa peduli antar sesama atau membiasakan diri untuk bersedekah. Sedekah yang dimaksud tidak harus berupa materi dalam jumlah tertentu, tetapi cukup dengan biaya murah, salah satunya berbagi panganan manis seperti bubur baayak atau bubur Safar ini.
Baca juga: Mandi Safar perkuat tradisi dan kebersamaan masyarakat Kotim
Warga di Jalan Ir H Juanda Sampit adalah salah satu kelompok yang masih melestarikan tradisi ini. Warga di tempat ini sudah terkenal konsisten menjalankan tradisi seperti ini. Tidak terkecuali setiap 10 Muharam atau Hari Asyura, warga setempat juga konsisten menjalankan tradisi membuat dan berbagi bubur asyura.
Untuk setiap Arba Mustamir atau Rabu terakhir bulan Safar, warga secara swadaya membuat bubur baayak, kemudian membagikannya kepada warga yang datang atau melintas.
Tahun ini sedikitnya 40 kilogram tepung beras diolah di atas 10 kawah atau wajan besar. Panganan manis ini dimasak dengan menggunakan 35 kilogram gula pasir, 15 kilogram gula merah dan 30 kilogram santan, garam, daun pandan dan air.
Proses pengayakan dilakukan dengan menggunakan saringan dari anyaman daun nyiur. Sementara untuk saat ini banyak macam saringan seperti terbuat dari aluminium. Dari hasil pengayakan tersebut yang akan dijadikan bahan pembuatan jajanan ini.
Bubur khas yang diolah menggunakan tepung beras tersebut memiliki ciri khas warna dasar coklat, rasanya manis dari gula merah dan asin gurih dari santan kelapa.
Selepas shalat Ashar, setelah didoakan, sedikitnya 1.200 mangkuk Bubur Safar ini dibagikan kepada warga sekitar dan masyarakat lainnya yang ingin mencicipi legitnya bubur baayak dalam balutan manisnya silaturahim.
Tradisi ini pun selalu disambut antusias warga. Mereka antre, bahkan ada yang berebut karena khawatir tidak kebagian mendapatkan bubur baayak.
"Saya setiap tahun sengaja ke sini untuk minta bubur baayak saat Arba Mustamir, maupun bubur asyura saat Hari Asyura. Mereka di sini rutin menjalankan tradisi ini. Senang rasanya. Buburnya enak, sekalian bersilaturahmi," demikian Wahyu, salah seorang warga yang ikut antre pembagian bubur baayak.
Baca juga: Ketua PKK Kotim pantau implementasi program Aku Hatinya PKK di desa
Baca juga: Kebakaran di simpang Samekto Sampit timbulkan kerugian ratusan juta
Baca juga: Tiga terdakwa kasus narkotika di Kotim dituntut hukuman mati
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.