peezycoineth.vip

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

2026-07-21 10:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi transaksi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan valuta asing (valas), termasuk dolar Amerika Serikat.

Meski begitu, Purbaya memastikan, penggunaan valas di kawasan PFII nantinya tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan, akibat makin tingginya permintaan terhadap valas, khususnya dolar.

"Itukan dipakainya di kawasan itu, uangnya dari luar negeri jadi enggak berpengaruh ke demand dolar di dalam negeri," kata Purbaya saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Alih-alih menekan kurs rupiah, Purbaya menganggap, penggunaan valas di PFII justru akan memperkuat stabilitas kurs rupiah, karena PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang selanjutnya akan memperkuat pasokan valas seperti dolar AS.

"Malah kalau uangnya masuk ke situ, menambah supply secara enggak langsung ya harusnya memperkuat posisi rupiah kita," ujar Purbaya.

Per hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung mampu mengalami penguatan signifikan.

Mata uang garuda berhasil ditutup perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Di tengah pelemahan dolar AS di pasar global.

Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.875/US$, menguat 0,28% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.930/US$.

Penguatan sejatinya sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah dibuka menguat tipis 0,06% di level Rp17.920/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak dalam rentang level Rp17.860-Rp17.945 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,06% ke level 100,892. Pelemahan dolar AS turut memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat pada perdagangan hari ini.

(arj/arj)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]