peezycoineth.vip

Trump klaim suplai minyak via Hormuz kini lampaui angka sebelum perang

2026-10-07 02:31

Trump klaim suplai minyak via Hormuz kini lampaui angka sebelum perang

Rabu, 7 Oktober 2026 09:31 WIB

Image Print

Para pekerja memfasilitasi proses pemindahan minyak mentah dari truk ke kapal tanker di Terminal Minyak Banyas, Tartus, Suriah, pada 13 September 2026. Menyusul eskalasi ketegangan antara AS, Israel, dan Iran yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz serta gangguan besar pada perdagangan maritim, Irak kembali mengekspor minyak mentah menggunakan truk tangki melalui jalur darat ke pesisir Mediterania Suriah untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, berdasarkan kesepakatan bilateral antara otoritas Irak dan Suriah. ANTARA/Hasan Belal - Anadolu Agency/pri. (ANTARA/Hasan Belal - Anadolu Agency /pri.)

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim jumlah minyak yang dikapalkan melalui Selat Hormuz kini telah pulih sepenuhnya dan bahkan melampaui tingkat sebelum perang pecah dengan Iran.

"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," kata Trump kepada wartawan, Selasa.

"Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tambahnya.

Perang di Iran pecah melalui serangan gabungan AS dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari. Teheran membalas dengan langsung melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah titik di Timur Tengah.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan, tetapi pertempuran kembali pecah tak lama kemudian.

Pada saat ini, konflik antara keduanya masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Eskalasi konflik yang terjadi itu secara efektif menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur suplai utama untuk komoditas minyak, produk petroleum, dan LNG bagi dunia.

Karena ketegangan di Selat Hormuz mengganggu pasokan energi, harga minyak di berbagai negara mengalami kenaikan drastis.

Sumber: Sputnik

Pewarta : Nabil Ihsan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026