peezycoineth.vip

Trump Pastikan Serang Iran dengan Sangat Keras Akhir Pekan Ini

2026-08-01 04:01

Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat akhir pekan ini. Meski begitu, Presiden Donald Trump dilaporkan berupaya mencari penyelesaian atas konflik tersebut.

Cakupan pasti serangan serta target potensial yang mungkin disasar AS belum jelas. Kedua pejabat AS menyebut serangan itu bisa saja dibatalkan.

Trump, saat berbicara dalam rapat kabinet pada Jumat, 31 Juli waktu setempat, mengisyaratkan kemungkinan serangan besar kembali dilakukan sembari meluapkan kekesalannya terhadap upaya diplomatik yang dianggap tidak membuahkan hasil memadai.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras," ujar Trump.

"Pada titik tertentu, mereka akan berkata, 'Kami tidak sanggup lagi menanggungnya,” sambungnya dilansir dari CNN.

Komando Pusat AS (US Central Command) telah menyiapkan berbagai opsi dan menyiagakan pasukannya untuk memperluas cakupan konflik, termasuk rencana pemboman besar-besaran selama dua minggu terhadap situs-situs rudal Iran.

Menurut para pejabat tersebut, terdapat pula perencanaan mengenai opsi serangan yang menyasar fasilitas energi.

Pemerintahan Trump sebelumnya berhati-hati untuk menyerang infrastruktur energi Iran karena khawatir Teheran akan membalas dengan menyerang infrastruktur di kawasan Teluk dan mengguncang pasar energi global yang sudah tertekan akibat konflik tersebut.

BACA JUGA:


Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Israel menyatakan pimpinan negara itu ingin menyerang infrastruktur energi Iran sebagai cara untuk memberikan tekanan ekonomi lebih lanjut terhadap Iran. "Kami sangat ingin menyerang target-target energi Iran—namun AS tidak menyetujuinya saat ini," kata Israel Katz.

Tidak ada indikasi Israel akan terlibat dalam gelombang serangan baru AS terhadap Iran.

Selain itu, militer AS telah melakukan persiapan untuk melancarkan serangkaian serangan yang menyasar infrastruktur nuklir Iran, termasuk lokasi Pickaxe Mountain di selatan Teheran—meskipun tidak terbatas hanya pada lokasi tersebut. Persiapan itu semakin intensif dalam beberapa hari terakhir, ungkap para pejabat tersebut.

Saat dimintai tanggapan mengenai laporan Trump telah memerintahkan serangan baru pada akhir pekan, Gedung Putih menyatakan presiden tidak akan "tinggal diam dan membiarkan perilaku teroris ini terus terjadi."

"Iran akan terus menanggung akibatnya sampai mereka bersedia duduk di meja perundingan dengan cara yang dianggap bermakna oleh Presiden Trump," ujar sekretaris pers Karoline Leavitt.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+