peezycoineth.vip

Udang windu jadi komoditas unggulan Aceh Timur - ANTARA News Aceh

2026-07-14 11:12

Aceh Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Dinas Perikanan menyatakan udang windu menjadi komoditas perikanan unggulan di kabupaten tersebut yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak nelayan di kawasan pesisir. 

"Udang windu merupakan unggulan perikanan Kabupaten Aceh Timur. Karena itu harus dijaga keberlanjutannya," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Timur Syarifuddin di Aceh Timur, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya sedang mendorong adanya kawasan konservasi agar populasi udang windu di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Timur tetap terjaga dan tidak punah,

Menurut Syarifuddin, habitat alami udang windu di kabupaten pesisir timur Provinsi Aceh itu cukup luas dengan sebaran mulai dari kawasan pesisir Kecamatan Madat hingga Kecamatan Birem Bayeun. 

"Kawasan pesisir tersebut selama ini menjadi daerah penting bagi siklus hidup udang windu, mulai dari pembesaran hingga menjadi sumber tangkapan nelayan," katanya.

Syarifuddin menjelaskan keberadaan kawasan konservasi nantinya bukan untuk menghentikan aktivitas nelayan, melainkan mengatur pemanfaatan sumber daya agar proses regenerasi udang tetap berlangsung secara alami sehingga hasil tangkapan dapat terus dinikmati masyarakat.

Baca: Kerugian perikanan akibat banjir di Aceh Timur capai Rp2,64 triliun

"Kalau habitatnya terjaga, maka stok udang juga akan tetap ada. Ini penting supaya nelayan hari ini maupun generasi berikutnya masih bisa memperoleh manfaat dari sumber daya tersebut," katanya.

Meski memiliki potensi besar, kata Syarifuddin, pengelolaan udang windu di Kabupaten Aceh Timur juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kerusakan habitat di kawasan Kecamatan Darul Aman, serta wilayah pesisir Kecamatan Peureulak Barat.

Kedua kawasan tersebut, kata dia, membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga keberlangsungan habitat udang windu. Upaya perlindungan kawasan pesisir, termasuk menjaga ekosistem mangrove dan muara sungai, menjadi langkah yang tidak dapat dipisahkan dari program konservasi.

Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Timur terus menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, menghindari penangkapan yang merusak, serta mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan berbagai hasil penelitian menyebutkan pesisir timur Provinsi Aceh merupakan habitat penting udang windu. Akan tetapi, populasinya menghadapi tekanan akibat eksploitasi yang tinggi dan degradasi habitat, sehingga diperlukan pengelolaan berbasis konservasi.  

"Dengan adanya kawasan konservasi, kami berharap komoditas unggulan tersebut tetap menjadi kekuatan sektor perikanan daerah sekaligus mampu menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat nelayan," kata Syarifuddin.

Baca: Dosen USK ciptakan alat pemberian pakan udang berbasis tenaga surya

Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.