Uji coba dengan Persita, PSS Sleman petik pengalaman berharga
Uji coba dengan Persita, PSS Sleman petik pengalaman berharga
Minggu, 16 Agustus 2026 19:55 WIB
Sejumlah pesepak bola, pelatih, dan ofisial PSS Sleman berfoto saat peluncuran tim dan jersi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta, Sabtu (8/8/2026). PSS Sleman meluncurkan tiga jersi kandang, tandang, dan alternatif berwarna hijau, putih, dan merah serta tiga warna jersi penjaga gawang untuk menghadapi musim kompetisi Super League Indonesia 2026/2027. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye
Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSS Sleman Peter Huistra menyebut timnya memetik pengalaman berharga saat melakoni uji coba melawan Persita Tangerang yang berakhir 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu.
Pengalaman berharga itu adalah karena timnya dapat merasakan atmosfer kekuatan tim-tim di Super League. PSS sendiri sudah semusim tak merasakan atmosfer ini usai terdegradasi pada musim 2024/2025 sehingga harus bermain di Championship pada musim 2025/2026.
"Lawan kali ini juga memberikan pengalaman yang bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Super League,” kata Huistra, dikutip dari laman resmi I.League, Minggu.
Pada laga kali ini, setiap pemain mendapat kesempatan bermain selama 60 menit dalam pertandingan yang berlangsung dengan format 2×45 menit ditambah 30 menit. Durasi tersebut lebih panjang dibandingkan uji tanding pertama saat PSS Sleman menjamu Kendal Tornado FC.
Tim pelatih Super Elja juga kembali membagi para pemain ke dalam dua tim. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan sekaligus menjaga ritme pertandingan.
“Kami membagi pemain menjadi dua tim, dan senang melihat kedua tim tampil kompetitif serta bermain cukup baik mengingat ini baru pertandingan kedua. Jadi, menurut saya ini adalah minggu yang baik dengan segala latihan keras yang telah dijalani," kata dia.
Mantan pelatih Borneo FC itu melihat adanya perkembangan positif dari anak-anak asuhnya. Hal ini dikarenakan kolaborasi antara pemain lama dan pemain baru terlihat cukup cair sepanjang pertandingan.
“Sudah terlihat jelas bahwa para pemain lama mengambil peran sebagai pemimpin, mereka membantu pemain baru beradaptasi dengan cepat dan memiliki keberanian untuk memainkan sepak bola sesuai gaya kita, hal itu sangat bagus untuk dilihat. Senang juga melihat pemain baru berusaha beradaptasi dengan sangat cepat dan kondisi fisik mereka yang sudah semakin kuat,” tegas pelatih asal Belanda tersebut.
Perihal hasil akhir, Huistra mengaku hal itu tak terlalu penting dalam laga uji coba. Menurutnya, yang lebih penting adalah mengukur kebugaran tim dan juga melatih para pemain memainkan "gameplan" yang direncanakan.
“Dan yang ketiga adalah mentalitas. Jangan takut, harus berani, dan cobalah bermain sesuai dengan gaya yang kita inginkan. Mereka berhasil melakukannya kali ini, jadi itu sangat bagus,” tutup dia.
PSS tercatat telah mendatangkan 11 pemain anyar untuk menyambut kembalinya mereka di kasta tertinggi. Mereka adalah Christophe Nduwarugira, Melvyn Lorenzen, Matheus Fornazari, Hanif Sjahbandi, Lucao, Hiromu Tanaka, Dimas Drajad, Moussa Bagayoko, Isfandyar Abdillah, Stefan Ashkovski, dan Pedro Caracoci.
Laga pertama PSS di Super League adalah tandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali pada 4 September pukul 19.00 WIB.
Pewarta : Zaro Ezza Syachniar
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026