UMPR latih kader posyandu olah produk kesehatan berbahan herbal
UMPR latih kader posyandu olah produk kesehatan berbahan herbal
Kamis, 6 Agustus 2026 15:16 WIB
UMPR latih kader posyandu olah produk kesehatan berbahan herbal. ((ANTARA/Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.))
Palangka Raya (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melatih Kader Posyandu Harum Manis, Kota Palangka Raya, mengolah produk kesehatan berbasis kearifan lokal menggunakan bahan herbal yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Pelatihan pengolahan dan pengetahuan standarisasi pembuatan kesehatan ini melibatkan dosen Program Studi DIII Farmasi, Husna Fauzia," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMPR, Rika Arfiana Safitri di Palangka Raya, Kamis.
Rika mengatakan, melalui pemaparan kefarmasian, kader dibekali pemahaman mengenai proses pembuatan simplisia terstandar dari rimpang kunyit, kencur, dan jahe yang meliputi tahapan sortasi basah, pencucian air mengalir, perajangan, pengeringan higienis, hingga pengayakan menjadi serbuk halus.
"Pada hari yang sama, 10 kader tersebut langsung praktikkan pengolahan rimpang segar menjadi jamu kristal serbuk instan karena memiliki keunggulan masa simpan yang lebih panjang dan praktis didistribusikan," katanya.
Melalui pengubahan rimpang segar menjadi bentuk kristal serbuk instan, produk ini tidak hanya lebih awet tanpa bahan pengawet, tetapi juga sangat praktis untuk disajikan saat kegiatan posyandu maupun dikembangkan sebagai produk unggulan lingkungan.
Melalui pelatihan dengan sumber dana dari program BIMA Tahun 2026 ini, pihaknya juga ingin memastikan para kader paham bahwa pembuatan jamu berstandar harus melalui tahapan simplisia yang higienis agar kadar airnya terjaga dan bebas dari jamur.
Rika menerangkan bahwa pelatihan pengolahan produk kesehatan ini merupakan program kedua yang mana program pertama sebelumnya berfokus pada pelatihan peningkatan komunikasi Kader Posyandu Harum Manis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Untuk pelatihan komunikasi ini kami menghadirkan dosen Ilmu Komunikasi UMPR, Annisa Rizki Ananda sebagai pemateri yang mengupas tuntas tantangan lapangan di mana pola komunikasi posyandu yang masih kurang tepat, yakni masih kurang maksimal dalam pengunaan digitalisasi dalam pola komunikasinya," katanya.
Rika menerangkan, sebagai solusi atas permasalahan tersebut, para kader dilatih menerapkan strategi komunikasi langsung yang bersifat personal, hangat, dan empatik melalui metode persuasif Attention, Interest, Desire, Action atau (AIDA)
Pendekatan ini mengajarkan kader untuk menarik perhatian masyarakat melalui visual mencolok atau grup WhatsApp (Attention), menumbuhkan minat lewat kesamaan pengalaman (Interest), membangkitkan keinginan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang sehat, lezat, dan mudah ditiru resepnya (Desire), hingga mendorong tindakan konkret berupa kehadiran rutin ke posyandu (Action).
Baca juga: Pemkab Sukamara gandeng UMPR akselerasi pendidikan-peningkatan IPM
Menanggapi kedua program tersebut, salah seorang perwakilan kader Posyandu Harum Manis Bernama Heldawati mengungkapkan kesan mendalam mengenai perubahan perspektif yang mereka alami setelah pelatihan ini.
Menurur dia, teori AIDA dirasa berkaitan dengan apa yang sudah diterapkan, namun masalah saat ini adalah kesadaran masyarakat masih kurang untuk rutin ke Posyandu Harum Manis.
Sementara Kepala kader Posyandu Harum Manis, Isnainiyah menyampaikan rasa senangnya karena mendapatkan keterampilan baru yang sangat aplikatif untuk pekarangan rumah mereka.
"Kami merasa terbantu dengan pelatihan jamu instan ini karena ternyata cara membuatnya tidak sesulit yang dibayangkan dan bahan-bahannya seperti jahe dan kunyit sangat mudah ditanam di rumah. Selain bisa kami konsumsi sendiri untuk menjaga daya tahan tubuh keluarga," kata Isnainiyah.
Baca juga: Dosen UMPR raih Rekor MURI sebagai profesor termuda bidang teknologi pendidikan
Baca juga: Wagub Kalteng tekankan inovasi dan kewirausahaan pada 340 wisudawan UMPR
Baca juga: Mahasiswa FK UMPR siap beri layanan kesehatan gratis pada gladi-wisuda 2026
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.