Undana mengembangkan inkubator bisnis untuk cetak wirausaha muda
Undana mengembangkan inkubator bisnis untuk cetak wirausaha muda
Senin, 24 Agustus 2026 18:55 WIB
Inkubator Bisnis FEB Undana di Kupang, NTT, menjadi ruang pendampingan bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan ide usaha hingga siap masuk ke pasar. ANTARA/HO-Undana.
Kupang, NTT (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) mengembangkan inkubator bisnis untuk membangun ekosistem kewirausahaan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pendampingan usaha bagi mahasiswa dan masyarakat.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana Dr. Roland E. Fanggidae di Kupang, NTT, Senin, mengatakan kehadiran inkubator bisnis tersebut merupakan salah satu langkah Undana dalam mendukung arah kebijakan perguruan tinggi menjadi universitas berbasis riset dan kewirausahaan.
"Melalui inkubator ini kami ingin menjembatani ide mahasiswa untuk masuk ke dunia bisnis. Mereka tidak hanya memiliki ide, tetapi kami dampingi agar menjadi usaha yang mampu bertahan di pasar," katanya.
Ia menjelaskan inkubator bisnis FEB Undana bukan program baru karena pendampingan terhadap mahasiswa yang berwirausaha telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, legalitas dan ruang khusus untuk inkubator tersebut baru diwujudkan pada 2026.
FEB Undana juga telah menggelar pelatihan bagi dosen untuk menjadi pendamping UMKM dan inkubator, dengan sumber daya pendamping yang telah memiliki sertifikasi.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan pencari kerja, tetapi bagaimana Undana bisa menghasilkan anak-anak muda yang mampu menciptakan pekerjaan atau job creator," ujarnya.
Roland juga menjelaskan inkubator bisnis FEB Undana memiliki pendekatan yang berbeda dengan pelatihan kewirausahaan pada umumnya. Peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi didampingi secara komprehensif mulai dari pengembangan ide hingga produk masuk ke pasar.
Selain itu, pendampingan dilakukan selama tiga tahun hingga peserta dinilai mampu menjalankan usahanya secara mandiri.
"Biasanya kalau pelatihan selesai, peserta dibiarkan berkembang sendiri. Di inkubator ini tidak begitu. Kami mendampingi mulai dari mengonsepkan ide sampai mereka berada di pasar dan mandiri," katanya.
Ia mengatakan pendampingan tersebut mencakup identifikasi peluang, pengembangan produk, pengujian kelayakan, penyusunan model bisnis, validasi pasar, hingga persiapan pengembangan usaha.
Selain mahasiswa dan alumni, inkubator bisnis FEB Undana ke depan terbuka bagi masyarakat NTT yang membutuhkan pendampingan kewirausahaan, termasuk konsultasi terkait pengembangan produk, kemasan, dan model bisnis.
"Layanan pendampingan ini gratis. Kami juga membantu peserta mencari akses pendanaan dari berbagai sumber, termasuk melalui kompetisi kewirausahaan," ujarnya.
Roland mengatakan inkubator tersebut juga dapat menjadi wadah literasi bagi pelaku UMKM agar memiliki kesiapan mengakses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga usaha yang dikembangkan semakin bankable.
Menurut dia, inkubator tidak membatasi jenis usaha yang dikembangkan karena seluruh potensi UMKM di NTT memiliki peluang untuk dikembangkan melalui proses inkubasi.
Lebih lanjut, Roland mengatakan keberadaan inkubator bisnis diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wirausaha muda, tetapi mampu membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di NTT.
"Kami ingin semua ide kewirausahaan anak-anak muda tidak berhenti pada tahap ide. Ide itu harus diuji, diproduksi, kemudian masuk ke pasar. Dari situ kita bisa membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di NTT," katanya.
Ia menambahkan pengembangan ekosistem tersebut menjadi penting karena selama ini perhatian terhadap kewirausahaan lebih banyak diarahkan pada jumlah pengusaha, produk, atau tempat usaha yang dihasilkan, sementara pendampingan berkelanjutan masih perlu diperkuat.
"Ini celah yang masih belum tergarap. Kita tidak hanya ingin menghasilkan satu, dua, atau tiga pengusaha, tetapi membangun ekosistem kewirausahaan yang bisa terus tumbuh di NTT," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Undana kembangkan inkubator bisnis untuk cetak wirausaha muda
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.