Untag Surabaya beri relaksasi akademik bagi 58 mahasiswa NTT - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memberikan relaksasi akademik kepada 58 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak langsung gempa bumi.
“Dari pendataan kami sampai dengan jam 12 tadi, ada 108 mahasiswa yang berasal dari NTT. Dari 108 itu, ada 58 yang secara langsung terdampak, kemudian perlu kita beri relaksasi untuk administrasi akademik,” kata Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., di Surabaya, Rabu.
Harjo mengatakan relaksasi diberikan berupa penundaan pembayaran biaya Kartu Rencana Studi (KRS) hingga akhir Oktober. Mahasiswa terdampak tetap dapat melakukan KRS meski belum melakukan pembayaran.
“Relaksasinya adalah kita lakukan penundaan pembayaran sampai dengan akhir Oktober. Jadi tanpa bayar pun mereka masih bisa melakukan KRS,” ujarnya.
Selain administrasi, kampus memberikan fleksibilitas pembelajaran. Sebanyak 36 mahasiswa membutuhkan relaksasi proses pembelajaran dan akan difasilitasi mengikuti perkuliahan daring melalui Learning Management System (LMS).
“Di antara 58 itu ada 36 yang tidak masalah keuangannya, tetapi dia perlu relaksasi untuk proses pembelajaran. Jadi nanti kita fasilitasi proses pembelajarannya secara daring, diatur melalui LMS,” ujarnya.
Untag Surabaya juga memberikan fleksibilitas bimbingan tugas akhir bagi mahasiswa terdampak. Sementara, 14 mahasiswa dari 58 mahasiswa terdampak yang kini berada di Surabaya tetap dalam kondisi aman dan tidak memerlukan relaksasi akademik.
Namun, kampus menyiapkan pendampingan psikologis dan psikososial bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.
“Bagi mereka yang posisinya sudah di Surabaya, sementara keluarganya terdampak, kita akan memberikan pendampingan psikologi psikososial. Nanti ada program bagi mereka, kita kumpulkan untuk mendapatkan layanan psikologi supaya mereka diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Harjo.
Perkuliahan dua pekan pertama September juga dilaksanakan secara daring agar mahasiswa yang masih berada di NTT memiliki waktu memulihkan kondisi dan kembali ke Surabaya.
“Kami juga membantu supaya mereka bisa berkomunikasi. Saya sendiri masih belum bisa komunikasi dengan saudara dan keluarga saya di Manggarai,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya Dr. Diah Sofiah, S.Psi., M.Si., Psikolog, mengatakan tim relawan dosen dan mahasiswa akan dikirim memberikan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis.
“Kami juga menyampaikan rasa prihatin, ikut sedih dan peduli dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara di NTT. Bentuk kepedulian kami adalah kami akan menurunkan tim relawan untuk PFA, Psychological First Aid,” kata Diah.
Sementara itu, Wakil Rektor III Untag Surabaya Dr. Sumiati, M.M., mengatakan alumni juga menyiapkan bantuan bagi korban bencana. Separuh dana alumni dari wisuda 22 dan 23 Agustus 2026 akan dialokasikan untuk NTT.
“Jumlahnya lumayan, karena yang wisuda periode ini hampir 2.000, maka dana separuhnya itu hampir mendekati Rp100 juta,” ujarnya.
Bantuan akan diserahkan melalui Ikatan Alumni (IKA) Untag Surabaya. Kampus juga membuka peluang penggunaan program beasiswa alumni untuk membantu mahasiswa asal NTT yang terdampak.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.