peezycoineth.vip

UTB Jadi Lokasi Kick Off SMK Go Global Jawa Barat, Perkuat Kesiapan Talenta Menuju Pasar Kerja Global

2026-09-04 06:09

Pelaksanaan kick off tingkat Jawa Barat ini merupakan bagian dari rangkaian Program SMK Go Global yang diluncurkan secara nasional di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur.

Di Jawa Barat, program tersebut melibatkan sejumlah lembaga pelatihan. Termasuk Universitas Teknologi Bandung (UTB) sebagai salah satu lokasi pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia.

Sebelum pelaksanaan pelatihan, UTB turut melaksanakan tahapan seleksi administrasi dan tes wawancara bagi calon peserta.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian peserta dengan kebutuhan pelatihan serta peluang kerja yang tersedia. Setelah melalui proses seleksi, peserta mengikuti pelatihan sesuai bidang kompetensi yang tersedia di masing-masing lokasi pelatihan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman; Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan; Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchammad Naseer; Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jatti Indriati; Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana; Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Ajat Jayadi; Kepala UPTD LTSA Pekerja Migran Indonesia Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Yanu Krisdiyan.

Baca Juga: UTB Raih Juara Ketiga Anugerah Humas Diktisaintek Tingkat LLDIKTI Wilayah IV Jabar-Banten

Kemudian Perwakilan Kadin Provinsi Jawa Barat, Ilham Farhansyah; Kepala UPT Balai Latihan Kerja Disnaker Kota Bandung, Erwin Robiyansyah; Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Bandung, Setiawan; Pengantar Kerja Ahli Pertama Disnaker Kabupaten Bandung Barat, Irwan Kurniawan; Komandan Rayon Militer 1813 Bojongloa Kidul, Kapten Arm. Heru Sulistiono beserta jajaran; Perwakilan Polsek Bojongloa Kidul, AKP Nur Mukti; jajaran pimpinan UTB, wakil rektor, dekan, dosen, para instruktur dan pengajar kegiatan pelatihan, serta para peserta Program SMK Go Global dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan dari Kepala BP3MI Jawa Barat, Rektor UTB, dan Sekda Jawa Barat.

Kegiatan kemudian ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Sekda Jawa Barat kepada perwakilan peserta sebagai penanda dimulainya pelaksanaan Program SMK Go Global di Jawa Barat.

Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan, menyampaikan bahwa sebanyak 1.280 calon pekerja migran Indonesia di Jawa Barat akan mendapatkan pelatihan melalui Program SMK Go Global.

Pelatihan berlangsung selama satu hingga tiga bulan sebagai bekal peserta sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.

Menurut Singgih, materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan mencakup sejumlah sektor, antara lain operasi produksi, manufaktur, bahasa Inggris, bahasa Jepang, hingga nursery.

Program ini ditujukan bagi peserta yang ingin bekerja di luar negeri sekaligus membutuhkan peningkatan kapasitas dan kompetensi.

Baca Juga: UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

"Pelatihan ada beberapa sektor di UTB, operasi produksi, manufaktur, dan bahasa Inggris. Ada bahasa Jepang dan juga nursery. SMK Go Global ini bisa semuanya, yang ingin ke luar negeri dan memerlukan peningkatan kapasitas," jelasnya.

Singgih menyebut bahwa kesiapan calon pekerja migran tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga mental dan sikap. Peserta diharapkan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat, serta membangun kemampuan beradaptasi ketika nantinya bekerja jauh dari keluarga.

"Kami berharap peserta yang di UTB ini bisa melaksanakan pelatihan dengan baik, bisa semangat, dan tidak kalah mental. Ini penting karena kita akan ke luar negeri, jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri tidak kalah saing," jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dipersiapkan agar memiliki keterampilan kerja sekaligus kesiapan menghadapi lingkungan kerja internasional. Pemerintah juga telah menyiapkan negara tujuan bagi peserta yang memenuhi persyaratan dan siap untuk ditempatkan.

Singgih menambahkan, pelaksanaan pelatihan di UTB diharapkan menghasilkan peserta yang tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga mampu menjaga nama baik Indonesia di negara penempatan. Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi, membangun kesiapan kerja, serta beradaptasi dengan tuntutan lingkungan kerja di luar negeri.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchammad Naseer, menyambut baik pelaksanaan Program SMK Go Global di UTB.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh proses pelatihan secara maksimal, sehingga memiliki keterampilan yang memadai sekaligus attitude yang baik sebagai bekal memasuki dunia kerja global.

Baca Juga: UTB Siapkan Ribuan Mahasiswanya Hadapi Industri Digital

Menurut Naseer, kompetensi dan karakter merupakan dua aspek yang perlu berjalan beriringan. Keterampilan teknis perlu dibarengi dengan kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan sikap profesional agar peserta mampu bekerja dengan baik di negara tujuan.

"Skill itu penting, tetapi attitude juga menentukan bagaimana seseorang dapat diterima, dipercaya, dan berkembang di lingkungan kerja. Karena itu, kami berharap peserta tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan sikap profesional selama mengikuti program ini," terangnya.

Keterlibatan UTB dalam program tersebut juga menjadi bagian dari peran universitas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman. Ia menilai SMK Go Global merupakan skema strategis karena mempertemukan pemerintah dan perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda Jawa Barat menghadapi bursa kerja global.

"Ini skema program yang keren karena kementerian terkait, pemerintah, dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita untuk mengikuti bursa kerja global melalui Program SMK Go Global," ujarnya.

Herman mengatakan, Pemprov Jawa Barat akan terus memperluas akses program tersebut melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dengan sekitar 350 perguruan tinggi, 27 kabupaten/kota, 627 kecamatan, dan 5.957 kelurahan, Jawa Barat dinilai memiliki ekosistem yang kuat untuk memperluas akses peningkatan kapasitas dan kesempatan kerja bagi generasi muda.

Baca Juga: Bangga Punya UTB, Wali Kota Bandung Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Kompetisi Global Melalui Kolaborasi Strategis

"Kita akan bahu membahu untuk memastikan Jawa Barat 2029 tidak ada anak muda yang nganggur," katanya.

Herman juga mendorong generasi muda untuk memiliki kemampuan critical thinking, tidak mudah menyerah, kreatif, serta menguasai kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Di tingkat nasional, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam kick off nasional yang dilaksanakan di BDI Jakarta Timur, menyampaikan bahwa SMK Go Global merupakan program prioritas nasional dan direktif presiden untuk menyiapkan talenta Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing internasional.

Pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil untuk bekerja di luar negeri selama periode 2026-2029.

Dari jumlah tersebut, 300.000 ditargetkan berasal dari lulusan SMK dan 200.000 lainnya berasal dari jenjang pendidikan umum, termasuk SMA sederajat, diploma, dan sarjana.

Target tersebut dibagi secara bertahap, yaitu 40.000 peserta pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, UTB Dorong Penyetaraan Pendidikan Melalui Beasiswa bagi SDM Lapas dan Warga Binaan

Para peserta dipersiapkan melalui peningkatan keterampilan teknis, kemampuan bahasa, sertifikasi, serta kesiapan untuk bekerja di lingkungan internasional.

Bagi UTB, keterlibatan dalam Program SMK Go Global memperkuat peran universitas dalam menjembatani kebutuhan peningkatan kompetensi masyarakat dengan peluang kerja di tingkat global.

Kehadiran Migran Center dan keterlibatan UTB sebagai salah satu lokasi pelatihan menjadi bagian dari upaya universitas menghadirkan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui Program SMK Go Global, UTB turut mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia Jawa Barat yang terampil, profesional, adaptif, dan berdaya saing global.

Lebih dari sekadar mempersiapkan peserta untuk bekerja di luar negeri, program ini menjadi langkah kolaboratif untuk membuka akses terhadap peluang kerja internasional. Sekaligus mendorong lahirnya talenta Indonesia yang mampu berkontribusi dan membawa nama baik bangsa di dunia kerja global.