peezycoineth.vip

Utusan Palestina ungkap Imam Besar tak dapat shalat di Masjid Al-Aqsa

2026-09-29 03:45

Utusan Palestina ungkap Imam Besar tak dapat shalat di Masjid Al-Aqsa

Selasa, 29 September 2026 10:45 WIB

Image Print

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kenang-kenangan berupa syal khas Palestina (kafiyah) yang dikalungkan oleh Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Sudqi Al-Habbash dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein di Jakarta, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-PDIP

Jakarta (ANTARA) - Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Sudqi Al-Habbash mengungkapkan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein telah berbulan-bulan tidak dapat menunaikan shalat di masjid tersebut.

Mahmoud menyampaikan hal itu saat bersama Syekh Muhammad Hussein menemui Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

"Beliau Imam Besar Al-Aqsa tapi tidak bisa shalat di Masjid Al-Aqsa," kata Mahmoud sambil menunjuk Syekh Muhammad Hussein yang duduk di sampingnya.

Mahmoud dalam pertemuan tersebut memaparkan kondisi terkini yang dihadapi rakyat Palestina, termasuk situasi di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al-Aqsa.

Ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas sikap masyarakat dan Pemerintah Indonesia yang selama ini memberikan dukungan terhadap rakyat Palestina.

Menurut Mahmoud, rakyat Palestina tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan di tengah situasi yang mereka hadapi.

Megawati dalam pertemuan tersebut kembali menegaskan dukungannya terhadap hak rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.

"Saya yang disebut Presiden kelima Republik Indonesia, terus mendukung perjuangan dari negara Palestina sampai ada haknya untuk merdeka," kata Megawati.

Megawati mengatakan sikap tersebut tidak terlepas dari pesan ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, mengenai perjuangan bangsa Palestina yang ditanamkan kepadanya sejak kecil.

Ia juga mengaitkan persoalan Palestina dengan nilai kemanusiaan dalam Pancasila serta semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung dalam menentang kolonialisme.

Megawati mengatakan penderitaan rakyat Palestina yang disampaikan Mahmoud dalam pertemuan tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.

"Dan tentunya apa yang tadi diceritakan dari segala penderitaan rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza, itu menurut saya adalah sebuah kebiadaban," katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan Azwar Anas, Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, serta Sekretaris Jenderal Baitul Muslimin Indonesia Helmi Hidayat.

Pada akhir pertemuan, Syekh Muhammad Hussein menyampaikan doa bagi Indonesia, Presiden pertama RI Soekarno, Megawati, serta rakyat Palestina.

Syekh Muhammad Hussein mendoakan Indonesia tetap makmur dan sejahtera serta Megawati senantiasa diberikan kesehatan.

Mahmoud dan Syekh Muhammad Hussein juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya adik bungsu Megawati, Guruh Soekarnoputra, beberapa hari lalu.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Utusan Palestina: Imam Besar berbulan-bulan tak bisa shalat di Al-Aqsa

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026