Wabup Belitung tinjau penerapan ganjil genap pembelian Pertalite - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Wakil Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syamsir meninjau penerapan ganjil genap pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU guna mengurangi antrean kendaraan di wilayah itu.
"Hari ini kami turun langsung ke SPBU supaya mengetahui masalah di lapangan," kata Syamsir usai meninjau antrean kendaraan di SPBU Air Merbau, Tanjungpandan, Senin.
Menurut dia, berdasarkan hasil rapat bersama Pertamina Patra Niaga, Bupati Belitung telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500/1510/IV/2026 tentang Pengaturan Pelayanan Pengisian Pertalite pada SPBU di Kabupaten Belitung.
Ia mengatakan kendaraan roda dua dapat mengisi BBM khusus Pertalite di SPBU pada tanggal ganjil. Sedangkan, kendaraan roda empat dapat mengisi BBM khusus Pertalite di SPBU pada tanggal genap.
"Hasil dari peninjauan kita hari ini, kegiatan ini akan kita laksanakan selama tiga hari ke depan. Mudah-mudahan besok pelaksanaannya juga berjalan lancar," ujarnya.
Syamsir menambahkan berdasarkan hasil peninjauan tersebut, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian demi menjaga stabilitas pendistribusian BBM di daerah itu
"Kami mengimbau kepada masyarakat umum, khususnya pengemudi kendaraan pribadi agar tidak melakukan pengisian bahan bakar secara berulang-ulang dalam waktu dekat," katanya.
Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung PT Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, mengatakan terkait penerapan ganjil genap pembelian BBM, pihaknya terus melakukan evaluasi di lapangan.
"Perlu kita pahami bersama bahwa implementasi kebijakan ini baru berjalan pada hari pertama. Efektivitas sebuah kebijakan, termasuk potensi dampak dari pembelian yang banyak atau faktor lainnya, masih mungkin mempengaruhi peningkatan antrean hari ini. Namun, kami memastikan bahwa proses penyaluran telah berjalan sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.