peezycoineth.vip

Wabup Sumbawa Ansori sebut budaya Samawa menjadi modal ekonomi masa depan

2026-09-27 22:37

Sumbawa (ANTARA) - Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori mengungkapkan budaya Samawa dapat menjadi modal ekonomi masyarakat untuk menghadapi masa depan di tengah perubahan zaman.

Wabup Ansori dalam keterangan diterima di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu, mengatakan pengembangan budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, tetapi perlu diikuti dengan pengembangan kreativitas dan pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Budaya Samawa bukan sekadar warisan dari masa lalu. Budaya Samawa adalah modal kita untuk menyambut masa depan," katanya saat menutup Festival Samawa Malanti Budaya (Samba) XV di Lapangan Sepak Bola Maras Gamporo, Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Sabtu (26/9) malam.

Peluang ekonomi tersebut, kata dia, dapat dikembangkan melalui seni, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, serta berbagai potensi budaya lokal yang dimiliki masyarakat Sumbawa.

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar pelestarian budaya tidak berhenti pada pertunjukan atau agenda tahunan, tetapi mampu menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.

"Budaya perlu terus dirawat, kreativitas dikembangkan, sekaligus dibuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui seni, UMKM, pariwisata dan berbagai potensi budaya lokal," ujarnya.

Ansori mengatakan Festival Samba yang telah berlangsung selama 15 tahun menunjukkan bahwa seni dan tradisi Samawa masih memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: 75 KDMP Kabupaten Sumbawa terkendala lahan

"Festival Samba sudah berusia 15 tahun. Ini bukan lagi hanya agenda tahunan, tetapi sudah menjadi bagian dari ingatan, identitas dan kehidupan masyarakat Plampang," katanya.

Menurut dia, keberadaan festival budaya dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan tradisi melalui pendekatan yang lebih kreatif sesuai perkembangan zaman.

Sejumlah kesenian dan tradisi Samawa ditampilkan dalam Festival Samba XV, antara lain nyorong, ngasak, munit ramai, turen berang, antat ngaji dan junyung pasaji.

Keterlibatan anak-anak, pelajar, generasi muda, dan masyarakat umum dalam berbagai kegiatan tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pewarisan budaya terus berlangsung.

Ia berharap, semangat yang terbangun selama Festival Samba tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dilanjutkan dalam kehidupan masyarakat dan dikembangkan menjadi aktivitas yang memberi manfaat lebih luas.

Festival Samba XV berlangsung selama sepekan dan melibatkan berbagai kalangan masyarakat melalui beragam kegiatan dan perlombaan yang mengangkat kesenian serta tradisi daerah Sumbawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong pengembangan budaya tidak hanya untuk memperkuat identitas daerah dan regenerasi tradisi, tetapi juga membuka ruang kreativitas serta aktivitas ekonomi bagi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026