peezycoineth.vip

Wagub Jateng mencari terobosan agar pembiayaan hijau untuk IKM

2026-09-28 14:17

Wagub Jateng mencari terobosan agar pembiayaan hijau untuk IKM

Senin, 28 September 2026 21:17 WIB

Image Print

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mencari terobosan agar pembiayaan hijau lebih mudah diakses industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah tersebut.

"Industri kecil ini, IKM ini rata-rata agunannya juga kecil, sementara untuk melaksanakan industri ramah (lingkungan) membutuhkan biaya yang besar," katanya, di Semarang, Senin.

Menurut dia, investasi awal untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan dinilai masih mahal, sementara kemampuan agunan IKM relatif terbatas.

Hal tersebut disampaikannya saat Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Strategis bertema "Mengurai Hambatan Pembiayaan Hijau pada Sektor Industri Kecil dan Menengah" yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng.

Pembiayaan hijau adalah layanan atau skema pendanaan yang dirancang untuk mendukung proyek, investasi, atau kegiatan bisnis yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa penggunaan teknologi hijau memang dapat membuat biaya operasional lebih efisien dalam jangka panjang.

Namun, kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, manfaat tersebut membutuhkan waktu, sedangkan modal harus disiapkan sejak awal.

Karena itu, ia meminta hasil FGD tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan terobosan pembiayaan yang sesuai dengan karakter IKM.

Ia menilai pembahasan tersebut penting karena sektor industri menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Jateng.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, dan secara kumulatif pada semester pertama 2026 tumbuh 5,80 persen.

Sektor industri menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Jateng dengan kontribusi 33,18 persen, diikuti sektor perdagangan 13,78 persen dan pertanian 12,56 persen.

"Kita juga harus berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan produktivitas yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, lapangan kerja yang semakin berkualitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang," tegasnya.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jateng Taufik Andriawan mengatakan pembiayaan hijau diperlukan sebagai bagian upaya memitigasi risiko krisis lingkungan, sekaligus mendukung arah pembangunan Jateng 2025-2030.

Ia mengatakan perbankan di Jateng mendukung penuh pembiayaan hijau melalui penyaluran kredit kepada sektor yang berpotensi mendukung pembiayaan hijau.

Walaupun, diakuinya, sejauh ini jumlah yang mengajukan kredit di sektor tersebut relatif kecil.

Menurut dia, peningkatan pembiayaan hijau membutuhkan kolaborasi pemerintah, OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, akademisi, pakar lingkungan, dan pelaku industri.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.