Wajib Coba! 5 Ikan Jepang Ini Hanya Ada Saat Musim Panas
Jakarta -
Musim panas di Jepang memang identik dengan udara panas menyengat, tapi di balik cuaca itu, laut dan sungai-sungainya justru sedang berlimpah hasil tangkapan segar.
Sejumlah jenis ikan mencapai puncak kelezatannya di musim ini, baik disantap mentah sebagai sashimi maupun dibakar langsung di atas bara. Konsumsinya bisa jadi pilihan untuk makan sehari-hari.
Dikutip dari Savvy Tokyo (23/7), berikut 5 ikan musim panas paling populer di Jepang beserta cara penyajian khasnya:
Wajib Coba! 5 Ikan Jepang Ini Hanya Ada Saat Musim Panas Foto: Getty Images/iStockphoto/SvetlanaK
1. Suzuki (Sea Bass)
Suzuki adalah ikan berdaging putih yang namanya berubah-ubah sesuai usia dan ukurannya: disebut koppa saat baru menetas, lalu berturut-turut menjadi seigo dan fukko, sebelum akhirnya resmi disebut suzuki setelah berumur tiga tahun atau mencapai panjang minimal 60 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasanya pun berbeda tergantung bagian yang dimakan. Bagian perut paling berlemak dan lembut, sedangkan bagian lain lebih kenyal namun tetap manis.
Chiba tercatat sebagai penghasil suzuki terbesar, menyumbang hampir seperempat total tangkapan nasional Jepang, diikuti Hyogo, Miyagi, Aichi, dan Kanagawa.
Sementara itu, meski bukan penghasil terbanyak, Prefektur Shimane punya olahan khas bernama suzuki no houshoyaki, ikan dibungkus kertas khusus, dikukus, lalu dipanggang, dan disantap dengan sedikit kecap asin atau sudachi (jeruk khas Jepang). Hidangan ini bahkan masuk dalam daftar "Tujuh Harta Danau Shinjiko".
2. Ayu (Sweetfish)
Ayu adalah ikan asli Asia Timur dengan cita rasa manis yang kerap disebut mirip melon. Sebagian populasinya hidup sepenuhnya di air tawar, seperti di Danau Biwa, sementara ayu liar umumnya menetas di sungai, bermigrasi ke laut, lalu kembali ke sungai untuk berkembang biak setahun kemudian.
Musim ayu dimulai awal musim panas saat ikan-ikan muda berenang melawan arus menuju hulu, dan berlanjut hingga musim gugur.
Rasa manis khas ayu dipercaya berasal dari lumut tertentu yang hanya tumbuh di perairan paling bersih. Sebagai ikan andalan Prefektur Gunma, Gifu, dan Nara, ayu biasa muncul di menu musim panas dalam bentuk dipanggang dengan taburan garam, ditusuk melengkung menyerupai gerakan ikan berenang.
3. Unagi (Eel)
Setiap 30 Juli, warga Jepang merayakan Doyo no Ushi no Hi, hari kerbau di pertengahan musim panas dengan ramai-ramai menyantap unagi untuk membantu tubuh bertahan dari cuaca terik.
Tradisi ini konon bermula sejak era Edo, saat seorang tabib membantu pemilik toko meningkatkan penjualan unagi lewat permainan kata dan sistem penanggalan shio, dengan mengklaim ikan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat musim panas.
Wajib Coba! 5 Ikan Jepang Ini Hanya Ada Saat Musim Panas Foto: Getty Images/iStockphoto/SvetlanaK
Populasi unagi yang kian menyusut membuat harganya cenderung naik dari tahun ke tahun, tapi ikan ini tetap mudah ditemukan, mulai dari minimarket hingga restoran mewah. Olahan paling populer adalah unagi no kabayaki, yaitu nasi yang ditaburi belut panggang berbalut saus kecap asin, gula, dan sake.
4. Kuruma Ebi (Japanese Tiger Prawn)
Udang jenis ini nyaris selalu muncul di menu restoran sushi sepanjang musim panas, mulai dari kedai kaki lima hingga restoran fine dining. Kesegarannya terjaga karena kuruma ebi biasanya dikirim dalam keadaan hidup dan baru dimatikan tepat sebelum diolah.
Selain disantap mentah, udang ini juga lazim ditusuk lalu direbus dalam air bercampur garam dan cuka. Setelahnya, udang dikupas dan disajikan di atas nasi bersama hatinya yang menghasilkan tekstur creamy hangat dengan rasa manis dan umami yang kuat.
5. Aji (Horse Mackerel)
Aji dikenal sebagai ikan yang harganya relatif terjangkau dan jadi andalan masakan rumahan sekaligus menu restoran. Meski bisa dinikmati sepanjang tahun, aji justru mencapai puncak kelezatannya di musim panas, menjelang akhir masa bertelurnya.
Hidup di perairan hangat sepanjang pesisir Jepang, ikan berlemak ini bisa diolah dengan berbagai cara.
Tangkapan paling segar biasanya paling nikmat disantap mentah sebagai sashimi, sementara yang lain cocok digoreng atau dibakar.
Ada pula varian premium bernama seki aji, yang hanya berasal dari Selat Bungo di antara Prefektur Oita dan Ehime. Seki aji umumnya disajikan bersama kabosu, jeruk khas Jepang yang rasanya berada di antara lemon dan jeruk nipis, memberi sensasi segar yang pas saat musim panas.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Jalan-jalan ke Pusat Kuliner Jepang 'Oishiwa' di Transmart Central Park"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)