peezycoineth.vip

Wamendikdasmen: Olahraga bisa jadi ruang pendidikan karakter anak

2026-08-30 14:19

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan olahraga dapat menjadi ruang pendidikan karakter untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan menumbuhkan sikap sportif peserta didik.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan seperti Rajawali Junior League (RJL) 2026 yang disediakan oleh Rajawali Televisi (RTV) dapat menjadi wadah bagi murid untuk belajar dan mengembangkan diri melalui olahraga, karena tidak hanya belajar mengenai permainan tetapi juga memperoleh pengalaman untuk membangun disiplin, kolaborasi, sportivitas, dan kejujuran.

“Menang atau kalah itu nomor dua. Yang penting adalah sportivitas. Yang penting adalah adik-adik menikmati kegiatannya dengan gembira,” ujar Wamendikdasmen Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu

Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, karena melalui olahraga anak belajar bekerja sama, menghormati orang lain, dan membangun budaya disiplin serta sportif.

Baca juga: Kemdikdasmen: Gerakan 7 KAIH perkuat karakter murid sekolah nonformal

“Dengan sepak bola kita bisa membangun budaya hidup yang disiplin. Budaya hidup yang sportif,” ucap Wamendikdasmen Fajar.

Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan RJL 2026 yang mengusung tema “Belajar, Berkompetisi, dan Tumbuh Bersama”.

Ia menjelaskan kompetisi tersebut diikuti peserta kategori U-10 dari sekolah dasar di wilayah Tangerang Raya dan kategori U-13 dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah yang sama. Kegiatan juga melibatkan sekolah, guru pendamping, pelatih, orang tua, komunitas sepak bola, mitra, dan media.

Baca juga: Wamendikdasmen: Anak dapat belajar mengenal diri dan dunia lewat seni

Pada kesempatan yang sama Chief Operating Officer (COO) RTV Cecil Samantha Sasmita mengatakan RJL tidak hanya dirancang sebagai turnamen sepak bola, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk belajar, bermain, berani, dan membangun mimpi.

“Hari ini kita bukan hanya memulai sebuah turnamen sepak bola. Hari ini kita membuka sebuah tempat bagi anak-anak Indonesia untuk belajar, bermain, berani, dan bermimpi lebih besar,” kata Cecil.

Ia engajak para peserta menikmati pertandingan, menjunjung sportivitas, dan memberikan yang terbaik bagi sekolah masing-masing.

“Karena di RJL yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tapi berani memulai perjalanan menuju mimpi kalian,” ujarnya.

Baca juga: Pembinaan tanggung jawab peserta didik sejak dini

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.