Wamenko: Kalsel bentuk tim khusus atasi karhutla lokasi prioritas
Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin membentuk tim khusus untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi prioritas di Banjarbaru.
“Tiga lokasi prioritas meliputi Pengayuan dengan luas terbakar hampir 700 hektare, Liang Anggang hampir 300 hektare, dan Guntung Damar sekitar 120 hektare, sehingga memerlukan penanganan intensif sesuai kondisi dan karakteristik lahan masing-masing,” katanya setelah memadamkan karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Minggu.
Ia menjelaskan percepatan penanganan karena berdasarkan kajian ilmiah dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang sehingga potensi munculnya kembali api perlu diantisipasi.
“Ini kemarau tidak akan pendek, akan panjang sehingga Pak Gubernur merasa perlu mempercepat penanganan ini secepat-cepatnya. Semakin cepat ditangani, semakin bagus, sehingga selanjutnya api tidak boleh muncul,” katanya.
Ia menjelaskan penanganan dilakukan berdasarkan karakteristik lahan, terutama di Guntung Damar dan kawasan hutan lindung yang memiliki lapisan gambut dengan kedalaman sekitar satu hingga tiga meter sehingga membutuhkan pembasahan secara terus-menerus.
Baca juga: Kebakaran lahan di Tanjung Saguk Natuna hanguskan sekitar 30 hektare
Pemerintah daerah setempat telah mengerahkan ratusan pompa air untuk mendukung pembasahan gambut, dengan masing-masing titik utama Guntung Damar dan kawasan hutan lindung disiapkan sekitar 100 pompa guna mencegah api kembali muncul dari dalam tanah.
“Ini penting sekali untuk dilakukan pembasahan,” katanya.
Selain peralatan, dia mengatakan operasi pemadaman membutuhkan dukungan personel dalam jumlah besar sehingga kekurangan tenaga di lapangan akan diperkuat oleh jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dan komando resor militer setempat.
Ia menargetkan penanganan karhutla di tiga lokasi utama tersebut dapat dituntaskan paling lambat dalam dua pekan, dengan seluruh unsur diminta bekerja maksimal agar kebakaran dan dampak asap dapat segera dikendalikan.
“Ini masalah asap harus selesai di tanah Kalimantan Selatan ini,” ujar Wamenko Hanif.
Baca juga: BMKG: 1.923 titik panas terdeteksi di Papua Tengah
Baca juga: BNPB minta negara-negara tidak saling menyalahkan soal asap karhutla
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.