peezycoineth.vip

Wamenpar sebut wisata olahraga berpotensi dikembangkan di Palembang

2026-09-30 11:11

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan wisata olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, salah satunya melalui penyelenggaraan ajang olahraga yang memanfaatkan potensi daerah seperti di Palembang, Sumatera Selatan.

"Selain itu, kota ini memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai ajang olahraga besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Palembang juga memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang menjadi bagian dari daya tarik wisata Sumatera Selatan," kata Ni Luh Puspa dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ni Luh menilai Palembang memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata olahraga karena selain memiliki pengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga berskala nasional maupun internasional, kota tersebut juga memiliki kekayaan budaya dan kuliner.

Baca juga: Erick Thohir: Potensi wisata olahraga perlu digarap maksimal

Wisata olahraga disebutnya memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pariwisata. Berdasarkan data UN Tourism, wisata tematik itu telah menyumbang sekitar 10 persen dari pengeluaran pariwisata dunia dan menjadi salah satu segmen yang terus berkembang pesat.

Dengan demikian, dia berharap penyelenggaraan ajang olahraga seperti Pekan Olahraga Pariwisata Nasional (Poparnas) 2026 diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi destinasi dan aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran peserta dan pengunjung dapat meningkatkan pergerakan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, mendorong konsumsi kuliner dan produk lokal, memperkenalkan kekayaan budaya, serta menghidupkan sektor transportasi dan akomodasi.

"Di sinilah UMKM kita akan hidup. Manfaat acara olahraga dapat bergerak jauh melampaui arena pertandingan, membuka peluang usaha, dan menggerakkan ekonomi masyarakat di destinasi. Inilah semangat pariwisata yang ingin terus kita bangun, yakni pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan, manfaat bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga lingkungan,” kata Ni Luh.

Direktur Politeknik Pariwisata Palembang Iwan Riyadi mengatakan penyelenggaraan Poparnas juga menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai olahraga dengan kekayaan budaya Indonesia.

"Melalui Poparnas ke-5 ini, kita mengintegrasikan nilai-nilai sportivitas olahraga dengan kekayaan tradisi Nusantara. Olahraga mengajarkan kita kedisiplinan dan daya juang, sementara budaya mengajarkan rasa hormat, kerukunan, dan keharmonisan," ujar Iwan.

Dia juga mengajak para atlet muda untuk menjadikan Poparnas sebagai ruang membangun jejaring dan persaudaraan antarsesama perguruan tinggi pariwisata di seluruh Indonesia.

Poparnas 2026 diselenggarakan Politeknik Pariwisata Palembang pada 29 September hingga 2 Oktober 2026 dengan tema "Celebrate Tourism Where Sport Meets the Culture" dan slogan "Competing in the Spirit of Cultural Harmony".

Sebanyak 896 peserta yang terdiri atas atlet, pendamping yang resmi dari perguruan tinggi, sekolah kejuruan, dinas, instansi, serta pelaku industri pariwisata di Indonesia, khususnya Sumatra Selatan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selama penyelenggaraan, Poparnas 2026 mempertandingkan 11 cabang olahraga dan ketangkasan dalam 14 kategori lomba, antara lain mini soccer, bulu tangkis, padel, dan tenis meja.

Baca juga: Wisata olahraga efektif promosikan pariwisata dan geliat ekonomi lokal

Baca juga: Kemenpar soroti wisata olahraga percepat pertumbuhan pariwisata

Baca juga: Kemenpar sebut musik dan ajang olahraga bisa mendatangkan wisatawan

Baca juga: Kemenpar jadikan sport tourism prioritas geliatkan sektor ekonomi

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.