Wamensos: Kolaborasi data dalam JKN perkuatkan jaminan sosial - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan kolaborasi strategis yang dilakukan bersama BPJS Kesehatan dalam hal integrasi data, interoperabilitas informasi, dan dukungan fasilitas, dapat memperkuat program jaminan sosial dan pemberian bantuan yang lebih akuntabel.
Wamensos Agus di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama yang dijalin untuk meningkatkan ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), karena hal tersebut dapat mewujudkan layanan jaminan kesehatan yang lebih tepat sasaran bagi segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
"Masyarakat Indonesia setelah kebutuhan pokoknya bisa terpenuhi, biasanya yang menjadi beban hidup mereka itu yang pertama masalah pendidikan, yang kedua masalah kesehatan. Jadi kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan," kata Wamensos.
Dalam kerja sama tersebut, lanjutnya, terdapat sejumlah hal yang dikerjasamakan antara BPJS Kesehatan dan Kementerian Sosial (Kemensos). Pertama, integrasi sistem informasi dan data PBI JK.
"Yang kedua, interoperabilitas data dan atau informasi. Yang ketiga, dukungan bagi fasilitas kesehatan milik pihak kesatu, yaitu Kementerian Sosial, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Wamensos.
Yang keempat, lanjutnya, sinergi program prioritas dan kerja sama lain yang disepakati oleh para pihak.
Wamensos Agus menyebutkan selama ini pihaknya menjalin kolaborasi baik dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan BPJS Kesehatan.
Dia berharap kolaborasi antara Kemensos , Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan BPS, dapat memastikan penerima manfaat beserta keluarganya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik.
"Jadi saat ini tugas Kemensos adalah melakukan pemutakhiran data DTSEN untuk penerima PBI JK. Saat ini ada kurang lebih 96,8 juta penerima PBI JKN," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan tantangan penyelenggaraan JKN saat ini tidak hanya menjaga keberlanjutan Dana Jaminan Sosial, namun juga peningkatan kepesertaan yang aktif, memperkuat mutu layanan yang mudah, cepat, dan setara, hingga membangun tata kelola yang semakin akuntabel melalui kolaborasi dan pemanfaatan data.
"Program JKN telah berkembang menjadi sebuah ekosistem. Karena itu kualitas penyelenggaraannya tidak lagi ditentukan oleh satu institusi, melainkan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola yang saling terhubung," ujar Pujo.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang dibangun menjadi fondasi agar setiap kebijakan yang diambil berbasis data yang akurat, didukung pembiayaan yang berkelanjutan, serta diiringi kepatuhan seluruh pihak terhadap regulasi yang berlaku.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamensos: Kolaborasi data perkuatkan bantuan JKN lebih akuntabel
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.