peezycoineth.vip

Warga Kabupaten Parigi Moutong mengaku terbantu keberadaan Jembatan Garuda

2026-08-21 12:05

Warga Kabupaten Parigi Moutong mengaku terbantu keberadaan Jembatan Garuda

Jumat, 21 Agustus 2026 19:05 WIB

Image Print

Para pelajar berjalan di atas Jembatan Garuda usai peresmian di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Kabupaten Parigi Moutong (ANTARA) - Warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengaku terbantu dengan keberadaan Jembatan Garuda yang memudahkan mobilitas serta dapat menekan biaya pengangkutan hasil perkebunan.

“Karena adanya jembatan ini, sekarang warga bisa menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil kebun dengan biaya yang lebih rendah karena cukup mengeluarkan biaya bahan bakar,” kata Kepala Dusun 5 Desa Nambaru Wadin pada peresmian Jembatan Garuda di Desa Nambaru, Jumat.

Ia mengatakan sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengangkut hasil perkebunan karena sebagian hasil kebun masih harus dipikul dari lokasi perkebunan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat biaya pengangkutan cukup besar sehingga mengurangi pendapatan warga dari hasil perkebunan.

“Kalau awalnya, biaya tenaga sampai Rp200 ribu. Jadi, pendapatan mereka sangat tipis,” ujarnya.

Ia mencontohkan buah kelapa yang sebelumnya harus dipikul dari lokasi perkebunan, kini dapat diangkut menggunakan sepeda motor dengan membawa karung sehingga lebih menghemat tenaga dan biaya.

Selain mempermudah pengangkutan hasil perkebunan, kata dia, keberadaan jembatan juga mengurangi risiko warga saat menyeberangi sungai, terutama ketika terjadi banjir besar.

Ia mengatakan kondisi tersebut sebelumnya menjadi salah satu kendala masyarakat dalam melakukan aktivitas. Ketika debit air meningkat, warga harus segera kembali ke rumah dari aktivitas bertani karena khawatir terhadap keselamatan saat menyeberangi sungai.

Menurut dia, masyarakat sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jembatan kepada pemerintah melalui proposal untuk memperoleh dukungan.

Ia mengatakan usulan tersebut akhirnya terealisasi pada 2026 melalui pembangunan jembatan gantung yang kini dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mengangkut hasil perkebunan.

Wadin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI AD serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Untuk itu, manfaat jembatan gantung ini, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nambaru Budiman JR mengatakan keberadaan jembatan tersebut telah dinantikan masyarakat selama sekitar 10 tahun.

"Jembatan ini sudah sekian tahun lama, sekitar 10 tahun lama kita menanti, dan alhamdulillah dalam beberapa waktu belakangan sudah terwujud,” ujarnya.

Menurut dia, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat karena selama ini warga menghadapi keterbatasan dalam melakukan mobilitas, terutama ketika kondisi sungai tidak memungkinkan untuk diseberangi.

Budiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, Presiden RI Prabowo Subianto serta jajaran TNI AD yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga jembatan sebagai fasilitas bersama sehingga keberadaannya dapat terus memberikan manfaat bagi warga Desa Nambaru.

“Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Nambaru mengucapkan alhamdulillah syukur dengan adanya jembatan ini,” katanya.

Sementara itu, Dandim 1306/Kota Palu Kolonel Inf. Yudhi Hendro Prasetyo mengatakan pembangunan jembatan di wilayahnya merupakan bagian dari program pemerintah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses infrastruktur dasar.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mengerjakan 11 jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Donggala.

Menurut dia, pembangunan jembatan tersebut akan terus dilakukan berdasarkan pendataan dan skala prioritas, terutama untuk desa yang benar-benar membutuhkan akses penghubung dengan jumlah penerima manfaat yang cukup banyak.

“Kita benar-benar mencari yang penerima manfaatnya cukup banyak. Kita utamakan itu, sehingga kita buat skala prioritas mana yang benar-benar masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Dandim juga mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah rampung tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurut dia, keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026