Wow! Pria di Bandung Koleksi Ratusan Label Kerupuk Lawas Selama 20 Tahun
Jakarta -
Pria ini mengoleksi ratusan label kerupuk lawas selama lebih dari 20 tahun. Baginya, label kemasan kerupuk jadul menyimpan cerita kuliner Indonesia.
Bagi sebagian orang, label pada bungkus kerupuk mungkin hanya bagian dari kemasan yang akan berakhir di tempat sampah.
Namun, bagi Yulius Iskandar, potongan kecil tersebut justru memiliki nilai sejarah dan cerita menarik tentang perkembangan kuliner Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui akun Threads miliknya, @juliuzickboy, pria asal Bandung ini membagikan koleksi ratusan label kerupuk yang sudah ia kumpulkan selama lebih dari 20 tahun.
"Sebagian koleksi label kerupuk. Ada kalian yg ngoleksi juga?," tulisnya dalam unggahan Threads (2/8).
Pria di Bandung Koleksi Ratusan Label Kerupuk Lawas Selama 20 Tahun Foto: Thread/@juliuzickboy
Bukan sekadar hobi mengoleksi barang, Yulius melihat label makanan lawas sebagai karya visual yang merekam perjalanan industri kuliner, khususnya kerupuk khas daerah.
Dikutip dari Instagran @Ussfeeds (3/8) ketertarikannya pada label kerupuk bermula sejak duduk di kelas 3 SMP pada 1999.
Sejak kecil, Yulius memang sudah terbiasa menyimpan berbagai benda unik seperti stiker, poster acara musik, flyer, pick gitar, majalah, kaset, hingga tag pakaian.
Saat mulai memperhatikan kemasan kerupuk, ia menemukan daya tarik tersendiri dari desain labelnya.
Menurutnya, grafis pada label kerupuk zaman dulu memiliki karakter yang berbeda dibanding kemasan modern saat ini.
Pria di Bandung Koleksi Ratusan Label Kerupuk Lawas Selama 20 Tahun Foto: Thread/@juliuzickboy
Ia menyukai tampilan label kerupuk lawas yang sederhana, vintage, dan tidak terlalu banyak menggunakan warna.
Meski terlihat simpel, setiap gambar, tulisan merek, hingga pemilihan warna pada label dianggap memiliki cerita tersendiri.
Tak hanya mengoleksi label kerupuk, Yulius juga mulai mengumpulkan label dari berbagai makanan tempo dulu.
Baginya, kemasan makanan bukan hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah kuliner lokal.
Lihat di Threads
Saat ini, koleksi Yulius sudah mencapai sekitar 450 label. Sebagian besar berasal dari berbagai merek kerupuk khas Jawa Barat yang ia kumpulkan dari berbagai sumber.
Jumlah tersebut pun masih terus bertambah karena Yulius masih aktif mencari label kerupuk baru.
Ia rela berburu koleksi tambahan demi melengkapi arsip visual makanan tradisional yang menurutnya semakin sulit ditemukan.
Ke depannya, Yulius berencana mengabadikan koleksinya dalam bentuk buku untuk dipamerkan. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki label kerupuk lawas untuk ikut berkontribusi melalui DM Instagramnya.
Saksikan Live DetikSore :
(raf/adr)