Yusril harap Cetiya jadi jembatan persaudaraan lintas agama
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra berharap Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se dapat menjadi jembatan persaudaraan lintas umat beragama sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat Indonesia.
"Saya berharap Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se menjadi tempat yang tidak hanya menguatkan kehidupan spiritual umat Buddha, tapi juga menjadi jembatan persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, suku maupun adat istiadatnya," kata Yusril saat meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu.
Yusril mengatakan Indonesia adalah bangsa yang dianugerahi keragaman yang luar biasa. Indonesia hidup dengan latar belakang agama, budaya, suku, dan tradisi yang berbeda-beda.
Keragaman yang dirajut dengan kerukunan itulah yang melahirkan kekuatan bangsa, sebagaimana tertuang dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.
"Kerukunan tidak lahir karena kita memiliki keyakinan yang sama, melainkan karena kita memiliki perbedaan-perbedaan dan kita menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi perbedaan-perbedaan itu," ujarnya.
Yusril menilai rumah ibadah memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat menjalankan ibadah. Menurut dia, rumah ibadah juga menjadi ruang membangun karakter, menanamkan nilai kejujuran, kasih sayang, pengendalian diri, serta semangat melayani sesama.
Ia juga mengapresiasi seluruh pengurus, panitia, dan para donatur yang telah berperan dalam pembangunan Cetiya tersebut. Menurutnya, berdirinya rumah ibadah itu mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.
"Saya melihat semangat itu tercermin dari berdirinya Cetiya ini. Tentu banyak tangan yang bekerja, banyak hati yang terlibat, banyak orang yang memberikan dukungan hingga akhirnya kita dapat menyaksikan peresmian pada hari ini," kata Yusril.
Yusril berharap keberadaan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se dapat menghadirkan kedamaian batin sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai etika, persaudaraan, dan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
"Sering para filsuf mengatakan bahwa kebijaksanaan lahir di tengah perbedaan pendapat. Rumah-rumah ibadah seperti Cetiya ini memiliki peran yang sangat penting dalam membangun rohani bangsa kita," tuturnya.
Baca juga: Menko Yusril minta aparatur negara junjung supremasi hukum
Baca juga: Yusril: Etika kebangsaan harus jadi fondasi pemberantasan korupsi
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.