Zakat dan infak ASN Ponorogo capai Rp8,6 miliar - ANTARA News Jawa Timur
Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mencatat penghimpunan zakat dan infak dari aparatur sipil negara (ASN) mencapai sekitar Rp8,6 miliar sepanjang 2025.
Ketua BAZNAS Ponorogo Sukarni, Rabu, mengatakan hampir seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyalurkan zakat maupun infak melalui BAZNAS sesuai kemampuan dan ketentuan syariat.
"Sepanjang tahun 2025, total pengumpulan zakat dan infak dari PNS mencapai sekitar Rp8,6 miliar. Tahun ini hingga Juni sudah mencapai Rp4,8 miliar," katanya.
Menurut Sukarni, ASN yang penghasilannya telah memenuhi nisab diwajibkan menunaikan zakat, sedangkan yang belum mencapai nisab diarahkan untuk berinfak melalui BAZNAS.
BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat dan infak ASN pada 2026 dapat mencapai kisaran Rp8 miliar hingga Rp9 miliar.
Ia mengakui perolehan zakat sempat mengalami penurunan akibat perubahan harga emas yang mempengaruhi batas nisab.
Namun kondisi tersebut diimbangi dengan meningkatnya penghimpunan infak dari kalangan ASN.
"Untuk zakat memang sedikit menurun karena perubahan nisab, tetapi infak mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ujarnya.
Dana yang dihimpun selanjutnya disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan kemanusiaan sesuai ketentuan pengelolaan zakat nasional.
Sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat, BAZNAS Ponorogo juga akan meningkatkan sosialisasi kesadaran berzakat hingga tingkat kecamatan dan desa dengan melibatkan pemerintah daerah serta pemerintah desa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya gotong royong dan meningkatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ponorogo.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.